TamiangNews.com, KARANG BARU - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang melalui program eliminasi penyakit filariasis menemukan sebanyak 24 kasus penyakit kaki gajah (filariasis) yang tersebar di tujuh kecamatan yang penanganan sudah dilakukan sejak ditemukan dan hingga sekarang ini masih terus berlanjut.
"Kecamatan yang paling banyak ditemukan kasus penyakit kaki gajah ini berada di Kecamatan Manyak Payed yaitu 13 kasus, Seruway tiga kasus, Banda Mulia dua kasus, Sungai Iyu dua kasus dan Kecamatan Kota Kualasimpang juga dua kasus," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Tamiang Said Hanafiah, didampingi Kabid P2P Jullaman, Rabu (25/5) di sela kegiatan advokasi dan sosialisasi program eliminasi penyakit filariasi yang berlangsung di aula Grand Arya, Karang Baru.
Said mengatakan, berdasarkan data yang ada pada Dinas Kesehatan, penyakit tersebut ditemukan dengan rentang waktu berbeda, dan pemberian obat pencegahan masal penyakit filariasis kepada masyarakat Aceh Tamiang dimulai dari tahun 2015 dan berlanjut hingga tahun ini.
"Meskipun di tahun 2015 dilaksanakan dengan segala keterbatasan, hanya didukung pembiayaan APBK," ujarnya.
Menurut Said, dengan ketersediaan obat yang ada dan kebutuhan bagi penderita dilakukan dengan cara pemberian obat dan pencegahan massal penyakit filariasi kepada seluruh masyarakat. Yaitu obat yang didapat sepenuhnya akan disuplai Kementrian Kesehatan secara gratis.
"Penyakit filariasi dikenal dengan penyakit kaki gajah, merupakan salah satu penyakit menular tropic terabaikan yang menjadi prioritas untuk dipercepat penanggulangannya agar dapat ditekan sekecil mungkin terjadi lagi tranmisi penularan di masyarakat," jelasnya.
Dijelaskannya lagi, kegiatan advokasi dan sosialisasi program eliminasi penyakit filariasis ini diikuti 60 orang peserta terdiri dari perwakilan dinas di lingkungan Pemkab Aceh Tamiang serta unsur masyarakat, dengan narasumber dr Ajie Mulia Avisena dari Kemenkes dan dr Abdul Fatah dari Dinkes Provinsi Aceh.
Sementara sebelumnya Asisten II Setdakab Aceh Tamiang Izwardi mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan tercipta peningkatan kompetensi para kader-kader kesehatan.
Sumber : Medanbisnis
"Kecamatan yang paling banyak ditemukan kasus penyakit kaki gajah ini berada di Kecamatan Manyak Payed yaitu 13 kasus, Seruway tiga kasus, Banda Mulia dua kasus, Sungai Iyu dua kasus dan Kecamatan Kota Kualasimpang juga dua kasus," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Tamiang Said Hanafiah, didampingi Kabid P2P Jullaman, Rabu (25/5) di sela kegiatan advokasi dan sosialisasi program eliminasi penyakit filariasi yang berlangsung di aula Grand Arya, Karang Baru.
Said mengatakan, berdasarkan data yang ada pada Dinas Kesehatan, penyakit tersebut ditemukan dengan rentang waktu berbeda, dan pemberian obat pencegahan masal penyakit filariasis kepada masyarakat Aceh Tamiang dimulai dari tahun 2015 dan berlanjut hingga tahun ini.
"Meskipun di tahun 2015 dilaksanakan dengan segala keterbatasan, hanya didukung pembiayaan APBK," ujarnya.
Menurut Said, dengan ketersediaan obat yang ada dan kebutuhan bagi penderita dilakukan dengan cara pemberian obat dan pencegahan massal penyakit filariasi kepada seluruh masyarakat. Yaitu obat yang didapat sepenuhnya akan disuplai Kementrian Kesehatan secara gratis.
"Penyakit filariasi dikenal dengan penyakit kaki gajah, merupakan salah satu penyakit menular tropic terabaikan yang menjadi prioritas untuk dipercepat penanggulangannya agar dapat ditekan sekecil mungkin terjadi lagi tranmisi penularan di masyarakat," jelasnya.
Dijelaskannya lagi, kegiatan advokasi dan sosialisasi program eliminasi penyakit filariasis ini diikuti 60 orang peserta terdiri dari perwakilan dinas di lingkungan Pemkab Aceh Tamiang serta unsur masyarakat, dengan narasumber dr Ajie Mulia Avisena dari Kemenkes dan dr Abdul Fatah dari Dinkes Provinsi Aceh.
Sementara sebelumnya Asisten II Setdakab Aceh Tamiang Izwardi mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan tercipta peningkatan kompetensi para kader-kader kesehatan.
Sumber : Medanbisnis

