TamiangNews.com, KARANG BARU - Sekretaris Daerah Razuardi Ibrahim meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Prosesi peresmian tersebut berlangsung Senin (30/5) di halaman rumah sakit tersebut.
Dalam kesempatan itu Sekda Razuardi selain membubuhkan tanda tangan pada prasasti BLUD, juga meresmikan empat ruang pelayanan dengan melakukan pemotongan pita.
Yakni gedung Unit Gawat Darurat (UGD), Ruang Bedah Sentral, Sistem Informasi Managemen Rumah Sakit (SIMR) dan ruang Pelayanan Obstetric dan Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek).
Sekretaris Daerah Razuardi Ibrahim mengharapkan, dalam menuju RSUD menjadi BLUD bukan hanya bertujuan mengubah status, akan tetapi melakukan berbagai langkah kemajuan dalam pelayanan kepada masyarakat, serta meningkatkan kinerja tenaga medis rumah sakit.
Menurut Razuardi, setelah RSUD menjadi BLUD tentunya menjadi langkah awal, dan jangan berpuas diri dulu karena perlu adanya perubahan yang menyangkut dengan pelanyanan dan melakukan berbagai kebutuhan pelayanan yang prima bagi masyarakat (pasien).
"Pemenuhan BLUD harus jelas dalam pelaksanaannya walau dengan cara bertahap, dan harus segera dilengkapi segala sesuatunya, sehingga RSUD dapat ditingkatkan secara penuh menjadi BLUD," ujarnya.
Sementara dalam laporannya Direktur RSUD Aceh Tamiang Abdul Aziz menyatakan, dalam 100 hari masa kerjanya sudah ada beberapa peningkatan yang dicapai, seperti adanya penambahan dokter spesialis.
"Dokter spesialis jantung yang sebelumnya satu orang saat ini sudah bertambah dan jumlahnya menjadi dua orang. Ini menunjukan pelayanan semakin dapat ditingkatkan sehingga kondisi antri terhadap pasien semakin dapat ditekan angkanya," ujarnya.
Selain itu, meningkatnya kerjasama dengan pihak ketiga yang berkenaan dengan pelayanan dan informasi pasien, melakukan donor darah di setiap mesjid dalam wilayah kabupaten Aceh Tamiang dan di instansi pemerintah, agar persediaan darah yang dibutuhkan selalu ada.
"Begitu juga dengan proses perpanjangan operasi dan izin rumah sakit sudah dilakukan pihaknya," katanya.
Sumber : Medanbisnis
Dalam kesempatan itu Sekda Razuardi selain membubuhkan tanda tangan pada prasasti BLUD, juga meresmikan empat ruang pelayanan dengan melakukan pemotongan pita.
Yakni gedung Unit Gawat Darurat (UGD), Ruang Bedah Sentral, Sistem Informasi Managemen Rumah Sakit (SIMR) dan ruang Pelayanan Obstetric dan Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek).
Sekretaris Daerah Razuardi Ibrahim mengharapkan, dalam menuju RSUD menjadi BLUD bukan hanya bertujuan mengubah status, akan tetapi melakukan berbagai langkah kemajuan dalam pelayanan kepada masyarakat, serta meningkatkan kinerja tenaga medis rumah sakit.
Menurut Razuardi, setelah RSUD menjadi BLUD tentunya menjadi langkah awal, dan jangan berpuas diri dulu karena perlu adanya perubahan yang menyangkut dengan pelanyanan dan melakukan berbagai kebutuhan pelayanan yang prima bagi masyarakat (pasien).
"Pemenuhan BLUD harus jelas dalam pelaksanaannya walau dengan cara bertahap, dan harus segera dilengkapi segala sesuatunya, sehingga RSUD dapat ditingkatkan secara penuh menjadi BLUD," ujarnya.
Sementara dalam laporannya Direktur RSUD Aceh Tamiang Abdul Aziz menyatakan, dalam 100 hari masa kerjanya sudah ada beberapa peningkatan yang dicapai, seperti adanya penambahan dokter spesialis.
"Dokter spesialis jantung yang sebelumnya satu orang saat ini sudah bertambah dan jumlahnya menjadi dua orang. Ini menunjukan pelayanan semakin dapat ditingkatkan sehingga kondisi antri terhadap pasien semakin dapat ditekan angkanya," ujarnya.
Selain itu, meningkatnya kerjasama dengan pihak ketiga yang berkenaan dengan pelayanan dan informasi pasien, melakukan donor darah di setiap mesjid dalam wilayah kabupaten Aceh Tamiang dan di instansi pemerintah, agar persediaan darah yang dibutuhkan selalu ada.
"Begitu juga dengan proses perpanjangan operasi dan izin rumah sakit sudah dilakukan pihaknya," katanya.
Sumber : Medanbisnis

