TamiangNews.com, KUALASIMPANG - Dari total 213 kampong (desa) di Aceh Tamiang, hingga saat ini baru 134 kampong yang telah menerima penyaluran dana desa tahap pertama tahun ini.Sementara 79 kampong lainnya belum menerima dana tersebut.
Datok (kepala desa) Kampong Tanjong Gelumpang, Sahlan, mengaku pihaknya telah memasukkan berkas pengajuan ke Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Aceh Tamiang sejak beberapa minggu lalu. Alokasi dana untuk Kampong Tanjong Gelumpang sebesar Rp 900 juta.
“Tapi sampai saat ini dana tersebut belum juga disalurkan. Sehingga sejumlah program pembangunan kampong terhambat. Selain itu, banyak warga yang menganggur, padahal mereka butuh kerja untuk menghadapi lebaran,” ujarnya.
Ia berharap dengan cairnya dana desa, bisa menyerap tenaga kerja dan meminimalisir pengangguran di kampongnya.
Sebab, tingginya jumlah pengangguran bisa meningkatkan potensi tindak kriminal di tingkat kampong, seperti mencuri dan lainnya.
“Saya khawatir jika para pemuda tidak segera mendapat pekerjaan menjelang lebaran ini, akan muncul aksi kriminal seperti mencuri dan kejahatan lainnya,” ungkap Sahlan.
Anggota DPRK Aceh Tamiang, Mustaqim, turut mendesak Pemkab Aceh Tamiang mempercepat pencairan dana desa tahap pertama tahun 2016 ini, dengan total sebesar Rp 76 miliar untuk 213 kampongdi kabupaten itu.
Menurutnya, pemerintah pusat telah mentransfer dana desa tahap pertama untuk Aceh Tamiang pada bulan Maret 2016 lalu, sedangkan tahap kedua dilakukan bulan Agustus mendatang.
“Melihat sempitnya waktu yang tersisa, seharusnya bulan April hingga Juni, pencairan dana desa tahap pertama sudah tuntas.
Sehingga pemerintah desa punya waktu mengerjakan proyek yang diprogramkan dalam APBDes, termasuk membuat laporan lebih awal,” ujarnya.
Kepala Badan Pemberdayan Masyarakat (BPM) Aceh Tamiang, Tri kurnia mengatakan, pemerintah desa yang sudah mengajukan RAPBDesnya ke BPM baru 208 desa dari 213 desa yang ada.
Sedangkan desa yang sudah diajukan pencairan ke DPPKA sebanyak 196 desa. “Dari jumlah tersebut, yang sudah ditransfer uangnya sebanyak 134 kampong,” katanya.
Sedangkan kampong yang belum masuk RAPBdesnya sama sekali ke BPM, sebanyak lima kampong. “Mereka sudah kami surati agar segera memasukkan RAPBDes supaya pencairan danany bisa diproses,” jelasnya.
Sumber : Serambinews
Datok (kepala desa) Kampong Tanjong Gelumpang, Sahlan, mengaku pihaknya telah memasukkan berkas pengajuan ke Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Aceh Tamiang sejak beberapa minggu lalu. Alokasi dana untuk Kampong Tanjong Gelumpang sebesar Rp 900 juta.
“Tapi sampai saat ini dana tersebut belum juga disalurkan. Sehingga sejumlah program pembangunan kampong terhambat. Selain itu, banyak warga yang menganggur, padahal mereka butuh kerja untuk menghadapi lebaran,” ujarnya.
Ia berharap dengan cairnya dana desa, bisa menyerap tenaga kerja dan meminimalisir pengangguran di kampongnya.
Sebab, tingginya jumlah pengangguran bisa meningkatkan potensi tindak kriminal di tingkat kampong, seperti mencuri dan lainnya.
“Saya khawatir jika para pemuda tidak segera mendapat pekerjaan menjelang lebaran ini, akan muncul aksi kriminal seperti mencuri dan kejahatan lainnya,” ungkap Sahlan.
Anggota DPRK Aceh Tamiang, Mustaqim, turut mendesak Pemkab Aceh Tamiang mempercepat pencairan dana desa tahap pertama tahun 2016 ini, dengan total sebesar Rp 76 miliar untuk 213 kampongdi kabupaten itu.
Menurutnya, pemerintah pusat telah mentransfer dana desa tahap pertama untuk Aceh Tamiang pada bulan Maret 2016 lalu, sedangkan tahap kedua dilakukan bulan Agustus mendatang.
“Melihat sempitnya waktu yang tersisa, seharusnya bulan April hingga Juni, pencairan dana desa tahap pertama sudah tuntas.
Sehingga pemerintah desa punya waktu mengerjakan proyek yang diprogramkan dalam APBDes, termasuk membuat laporan lebih awal,” ujarnya.
Kepala Badan Pemberdayan Masyarakat (BPM) Aceh Tamiang, Tri kurnia mengatakan, pemerintah desa yang sudah mengajukan RAPBDesnya ke BPM baru 208 desa dari 213 desa yang ada.
Sedangkan desa yang sudah diajukan pencairan ke DPPKA sebanyak 196 desa. “Dari jumlah tersebut, yang sudah ditransfer uangnya sebanyak 134 kampong,” katanya.
Sedangkan kampong yang belum masuk RAPBdesnya sama sekali ke BPM, sebanyak lima kampong. “Mereka sudah kami surati agar segera memasukkan RAPBDes supaya pencairan danany bisa diproses,” jelasnya.
Sumber : Serambinews

