TamiangNews.com, KARANG BARU - Sejumlah program pada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Aceh Tamiang seperti penanaman padi, jagung dan kedele (Pajale) yang merupakan bantuan APBN 2016 saat ini tengah dalam masa persiapan teknis dan menentukan jadwal tanam.
"Sesuai yang diprogramkan, tahun ini pengembangan padi eksesifikasi serta intensifikasi padi non hibrida dan hibrida dengan luas areal tanam 10.250 hektare sedang dalam persiapan, termasuk penentuan jadwal tanam gaduh dan rendengan," ungkap Kabid Produksi dan Perlindungan Tanaman pada Distanak Aceh Tamiang Mustafa, Rabu (1/6).
Mustafa menjelaskan, saat ini pihak sudah melakukan berbagai langkah, termasuk telah menentukan calon penerima dan calon lahan (CPCL). Berikut bantuan benih padi saat ini dalam tahap pendistribusian.
Meski diakuinya persiapan benih dan pendistribusian untuk musim tanam gaduh seharusnya akhir Mei sudah dapat dilakukan, tetapi karena kondisi cuaca, dengan datangnya kemarau yang tidak menentu, diperkirakan baru Juli musim tanam dapat dilakukan.
Disebutkan juga, untuk kegiatan penanaman jagung seluas 1.000 hektare, dibutuhakan benih sebanyak 15 ton, yang juga menunggu pendistribusian dari Dinas Pertanian Provinsi Aceh.
"Kegiatan penanaman kedele berbeda, anggaran belanjanya langsung dikrimkan ke rekening bank kelompok tani.
Sistem belanjanya akan dilakukan kelompok tani. Dimana program tanam kedele di luas lahan 1.000 hektare dengan benih yang dibutuhkan sebanyak 40 ton," paparnya.
Dia menyebutkan juga, bantuan untuk program penanaman kedele selain benih juga berupa pupuk organik cair, pembenahan tanah, pestisida serta rizobium
"Tahun ini biaya pertemuan dan bantuan pupuk kimia tidak dimasukkan lagi seperti tahun sebelumnya," sambungnya.
Sementara Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tamiang M Hendra Vramenia mengatakan, persiapan yang dilakukan dinas terkait harus benar matang dan harus mengacu kepada pedoman teknis, tidak terkesan hanya untuk menyerap anggaran dari program Upaya Khusus (Upsus) Pajale 2016.
"Diharapkan benih yang disalurkan dengan kualitas yang terbaik, serta sesuai dengan keinginan petani," ucapnya.
Sumber : Medanbisnis
"Sesuai yang diprogramkan, tahun ini pengembangan padi eksesifikasi serta intensifikasi padi non hibrida dan hibrida dengan luas areal tanam 10.250 hektare sedang dalam persiapan, termasuk penentuan jadwal tanam gaduh dan rendengan," ungkap Kabid Produksi dan Perlindungan Tanaman pada Distanak Aceh Tamiang Mustafa, Rabu (1/6).
Mustafa menjelaskan, saat ini pihak sudah melakukan berbagai langkah, termasuk telah menentukan calon penerima dan calon lahan (CPCL). Berikut bantuan benih padi saat ini dalam tahap pendistribusian.
Meski diakuinya persiapan benih dan pendistribusian untuk musim tanam gaduh seharusnya akhir Mei sudah dapat dilakukan, tetapi karena kondisi cuaca, dengan datangnya kemarau yang tidak menentu, diperkirakan baru Juli musim tanam dapat dilakukan.
Disebutkan juga, untuk kegiatan penanaman jagung seluas 1.000 hektare, dibutuhakan benih sebanyak 15 ton, yang juga menunggu pendistribusian dari Dinas Pertanian Provinsi Aceh.
"Kegiatan penanaman kedele berbeda, anggaran belanjanya langsung dikrimkan ke rekening bank kelompok tani.
Sistem belanjanya akan dilakukan kelompok tani. Dimana program tanam kedele di luas lahan 1.000 hektare dengan benih yang dibutuhkan sebanyak 40 ton," paparnya.
Dia menyebutkan juga, bantuan untuk program penanaman kedele selain benih juga berupa pupuk organik cair, pembenahan tanah, pestisida serta rizobium
"Tahun ini biaya pertemuan dan bantuan pupuk kimia tidak dimasukkan lagi seperti tahun sebelumnya," sambungnya.
Sementara Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tamiang M Hendra Vramenia mengatakan, persiapan yang dilakukan dinas terkait harus benar matang dan harus mengacu kepada pedoman teknis, tidak terkesan hanya untuk menyerap anggaran dari program Upaya Khusus (Upsus) Pajale 2016.
"Diharapkan benih yang disalurkan dengan kualitas yang terbaik, serta sesuai dengan keinginan petani," ucapnya.
Sumber : Medanbisnis

