Notification

×

Iklan

Iklan

Petani Manyak Payed Andalkan Produksi Padi

Sabtu, 30 Juli 2016 | Juli 30, 2016 WIB | 0 Views Last Updated 2017-10-29T09:20:17Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
TamiangNews.com, MANYAK PAYED - Muspika Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, bersama petani melaksanakan taman padi serentak pada musim gadu tahun 2016 dalam wilayah kecamatan di luas areal 4.555 hektare.

Diharapkan dari produksi padi wilayah tersebut didapati surplus dan menjadi andalan sebagai lumbung padi bagi kabupaten ujung timur Provinsi Aceh tersebut.

Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar melalui Danramil Manyak Payed Kapten Inf Arief Bima, usai melakukan penanaman padi secara simbolis di Kampung Lhok Medang Ara, Kecamatan Manyak Payed, Jumat (29/7) mengatakan, dalam upaya peningkatan swasembada pangan akan terus melakukan pendampingan kepada petani sehingga dapat mencapai hasil produksi yang lebih baik.

Arif Bima mengatakan, dari 12 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang areal persawahan terluas adalah di Kecamatan Manyak Payed, bahkan perhatian dari pemerintah daerah bagi kelompok tani dinilai juga cukup besar dalam meningkatkan hasil produksi padi di daerah tersebut.

Karena itu, pihaknya mengharapkan kepada petani khususnya Kecamatan Manyak Payed untuk bekerja semaksimal mungkin dalam mengelola lahan sawahnya yang sangat potensial.

"Bila hasil panennya bagus, sudah pasti pendapatan petani juga akan meningkat serta mampu memenuhi kebutuhan ekoomi bagi kehidupan petani sendiri," katanya.

Kepala BPP Manyak Payed Iskandar Mirza yang didampingi Kapolsek Manyak Payed AKP Anwar dan Camat Wan Irwansyah di sela-sela kegiatan tersebut menjelaskan, di luas lahan 4.555 hektare diperkirakan hasil produksi padi musim rendengan secara keseluruhan di Kecamatan Manyak Payed bisa mencapai 28.957,5 ton, dan musim tanam gadu hasilnya minimal 26.000 ton dengan rata-rata produksi per hektare 6,2 ton.

Menurutnya, dalam memenuhi kebutuhan air bagi areal persawahan di kecamatan tersebut juga didukung prasarana irigasi dengan sistim pompanisasi, terdapat juga sebahagian sumber air bagi lahan sawah berasal dari sumur panjang (sumur bor) yang dibangun oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Tamiang guna menunjang kebutuhan air bagi sawah tanah hujan.

Lanjut Iskandar, di sejumlah kampung areal sawah ada yang sudah melakukan penanaman padi 3 kali setahun. Kendatipun hasil produksi kurang baik karena banyak hama yang mengganggu disebabkan penanaman tidak menyeluruh di semua kampung.

"Kalau bantuan pemerintah tahun lalu untuk sektor pertanian di kecamatan ini mencapai Rp 5 miliar," cetus Camat Manyak Payed Wan Irwansyah, sembari menambahkan harga jual tanah sawah di daerah lebih tinggi dibandingkan harga kebun kelapa sawit dikarenakan sawahnya sangat potensial. [] Medanbisnis
×
Berita Terbaru Update