TamiangNews.com, KARANG BARU - Maju melalui dari jalur perseorangan, pasangan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Lukmanul Hakim dan Abdul Manaf menyerahkan fotokopi ke Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, Rabu (10/8/2016.
Dengan kesederhanaannya, Lukmanul Hakim dan Abdul Manaf ke KIP hanya didampingi tujuh pendukungnya. Pasangan perseorangan tersebut membawa 8.612 lembar fotokopi KTP dari pendukungnya untuk maju pada Pilkada 2017 Aceh Tamiang.
"Insya Allah kalau syarat sudah mencukupi, tinggal tergantung KIP yang memutuskan layak atau tidak atas syarat dukungan ini sesuai aturan berlaku," ungkap Lukmanul Hakim kepada GoAceh di Kantor KIP.
Ketika ditanya soal sedikitnya jumlah pendukung yang mengantar ke KIP, Lukman tidak banyak berbasa basi dengan jawaban datar dan seadanya.
"Seorang bakal calon bupati dan wakil bupati seperti kami yang hanya berasal dari rakyat biasa dan didukung oleh rakyat biasa, saya kira tidak perlu melakukan hal yang serba wah. Saya tidak punya uang banyak, dan saya tidak mau menyusahkan masyarakat banyak," sebut Lukmanul Hakim.
Lukman menyebutkan, mayoritas pendukungnya berasal dari kalangan ekonomi kelas bawah. Untuk mengajak secara beramai-ramai mengantarnya ke KIP perlu biaya makan.
Selain itu, untuk mengantarkannya ke KIP tersebut, warga juga harus mengorbankan waktu dan kehilangan mata penghasilannya selama satu hari. [] GoAtjeh
Dengan kesederhanaannya, Lukmanul Hakim dan Abdul Manaf ke KIP hanya didampingi tujuh pendukungnya. Pasangan perseorangan tersebut membawa 8.612 lembar fotokopi KTP dari pendukungnya untuk maju pada Pilkada 2017 Aceh Tamiang.
"Insya Allah kalau syarat sudah mencukupi, tinggal tergantung KIP yang memutuskan layak atau tidak atas syarat dukungan ini sesuai aturan berlaku," ungkap Lukmanul Hakim kepada GoAceh di Kantor KIP.
Ketika ditanya soal sedikitnya jumlah pendukung yang mengantar ke KIP, Lukman tidak banyak berbasa basi dengan jawaban datar dan seadanya.
"Seorang bakal calon bupati dan wakil bupati seperti kami yang hanya berasal dari rakyat biasa dan didukung oleh rakyat biasa, saya kira tidak perlu melakukan hal yang serba wah. Saya tidak punya uang banyak, dan saya tidak mau menyusahkan masyarakat banyak," sebut Lukmanul Hakim.
Lukman menyebutkan, mayoritas pendukungnya berasal dari kalangan ekonomi kelas bawah. Untuk mengajak secara beramai-ramai mengantarnya ke KIP perlu biaya makan.
Selain itu, untuk mengantarkannya ke KIP tersebut, warga juga harus mengorbankan waktu dan kehilangan mata penghasilannya selama satu hari. [] GoAtjeh

