Notification

×

Iklan

Iklan

Distanak Tamiang Bantah Potong Bantuan Benih

Rabu, 10 Agustus 2016 | Agustus 10, 2016 WIB | 0 Views Last Updated 2017-10-29T09:20:17Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
TamiangNews.com, KARANG BARU - Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman pada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Aceh Tamiang Mustafa membantah pihaknya melakukan pemotongan bantuan benih padi terhadap Kelompok Tani Lembah Hijau, Kampung Krueng Sikajang, dan Kelompok Tani Babo Jaya, Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka.

"Ada atau tidak pemotongan bantuan benih padi seperti yang disampaikan Ketua KTNA Aceh Tamiang yang dilakukan mantri tani, jelas kami tidak tahu-menahu, karena dinas tidak ada memerintahkannya," tegas Mustafa, Selasa (9/8) kepada MedanBisnis.

Dikatakannya, kalau pun ada kejadian tersebut, merupakan tanggungjawab orang yang melakukannya, yakni orang yang bersangkutan.

"Yang pasti setelah kami melakukan cros cek kepada mantri tani, mereka megaku tidak ada melakukan pemotongan kepada dua kelompok tani penerima manfaat dalam kegiatan bantuan benih padi," kata Mustafa.

Mustafa mengaku, tersiarnya kabar pemotongan bantuan benih padi yang dialami kelompok tani tidak ada pemberitahuan atau laporan, baik lisan maupun tertulis dari kelompok tani. Begitu juga KTNA Aceh Tamiang tidak pernah menanyakan langsung tentang terjadinya pemotongan bantuan benih padi.

"Kami baru tahu setelah muncul dalam berita," katanya.
Saat disinggung permohonan data program dan kegiatan serta kelompok tani penerima manfaat oleh KTNA, Mustafa mengatakan, beberapa waktu belakangan pihaknya jarang berkoordinasi dengan KTNA.

"Ada beberapa permintaan KTNA menyangkut data yang tidak dapat dipenuhi," kata Mustafa, sembari menanyakan apakah KTNA ada haknya untuk mendapatkan seluruh data.

Namun begitu, beberapa point data yang diminta KTNA telah diberikan walau tidak seluruhnya.

"Kami juga ingin mengetahui tujuan dari data yang diminta. Dikwatirkan data yang ada nantinya menjadi masalah lain," ujar Mustafa.

Menurut Mustafa lagi, data yang ada pada KTNA seharusnya disampaikan kepada dinas untuk dijadikan sebagai pembanding. Seperti evaluasi yang dilakukan KTNA di lapangan sehingga tersimpul permasalahan yang ada.

Sepengetahuan Mustafa, KTNA tidak memiliki kapasitas dengan kegiatan dan program dinas, melainkan sebagai mitra yang berperan dalam upaya meningkatkan SDM petani yang menyangkut dengan pencapaian teknologi, dan kemajuan petani serta memotivasi petani dalam pencapaian hasil pertanian. [] Medanbisnis
×
Berita Terbaru Update