TamiangNews.com, KARANG BARU -- Pasca terjadi pengerebekan oleh tim gabungan Polres Langsa dan personil gabungan Intel Kodam Iskandar Muda serta Intel Kodim 0104 Atim terhadap kilang padi yang diduga memalsukan label benih padi bantuan di Kampung Krueng Sikajang Kecamatan Manyak Panyed Kabupaten Aceh Tamiang, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tamiang mendesak pemerintah daerah (Pemda) Aceh Tamiang melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Tamiang membentuk tim pengawasan eksternal untuk melakukan verifikasi faktual terhadap penerima manfaat program bantuan benih padi tahun 2016.Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tamiang dalam siara pressnya yang diterima TamiangNews.com Minggu (07/08).
Menurut Ketua KTNA Aceh Tamiang M. Hendra Vramenia, tim pengawasan eksternal yang dibentuk sebaiknya terdiri dari unsur masyarakat seperti datok penghulu, ketua MDSK, Babinsa, Asosiasi petani dan organisasi induk petani serta elemen lainnya yang dianggap perlu.
Tim tersebut bertugas untuk melakukan verifikasi faktual terhadap kelompok tani dan petani penerima manfaat program padi Inbrida dan program padi Hybrida sumber dana APBN, menginggat di tahun 2016 Kabupaten Aceh Tamiang mendapat alokasi program padi Inbrida sebanyak 9.250 Ha atau setara dengan benih bantuan padi varietas Cibongo/Mikongga sebanyak 231.250 Kg (231 Ton) dan juga mendapat alokasi padi Hybrida sebanyak 1.000 Ha atau setara dengan bantuan padi varietas Pioner PP3 sebanyak 15.000 Kg (15 Ton).
“Verifikasi faktual yang dilakukan oleh tim pengawasan eksternal bertujuan untuk memastikan bahwa benih padi sebanyak 230.250 Kg (230 Ton) benar-benar diterima oleh petani yang berada di dalam kelompok tani penerima manfaat program padi Inbrida tahun 2016 dan memastikan bahwa benih padi bantuan tahun 2016 yang terdapat di kilang padi Krueng Sikajang sebanyak 14 ton dalam pengerebekan beberapa hari lalu tidak memiliki hubungan dengan benih bantuan program Inbrida untuk alokasi Kabupaten Aceh Tamiang”, ungkap Hendra.
Lebih lanjut Hendra mengatakan benih padi sebanyak 14 Ton yang ditemukan di kilang Krueng Sikajang pada saat pengerebekan, kuat dugaan berasal dari benih bantuan program padi Inbrida Kabupaten Aceh Tamiang dikarenakan untuk alokasi Kecamatan Manyak Panyed benih yang dibagikan Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Tamiang kepada kelompok berasal dari penangkar benih Tepah Jaya. Dan pada akhir bulan Juni 2016 KTNA Aceh Tamiang juga mendapat informasi dari beberapa kelompok tani di kecamatan Manyak Payed tentang pemotongan benih padi bantuan. [] Red-TN
Menurut Ketua KTNA Aceh Tamiang M. Hendra Vramenia, tim pengawasan eksternal yang dibentuk sebaiknya terdiri dari unsur masyarakat seperti datok penghulu, ketua MDSK, Babinsa, Asosiasi petani dan organisasi induk petani serta elemen lainnya yang dianggap perlu.
Tim tersebut bertugas untuk melakukan verifikasi faktual terhadap kelompok tani dan petani penerima manfaat program padi Inbrida dan program padi Hybrida sumber dana APBN, menginggat di tahun 2016 Kabupaten Aceh Tamiang mendapat alokasi program padi Inbrida sebanyak 9.250 Ha atau setara dengan benih bantuan padi varietas Cibongo/Mikongga sebanyak 231.250 Kg (231 Ton) dan juga mendapat alokasi padi Hybrida sebanyak 1.000 Ha atau setara dengan bantuan padi varietas Pioner PP3 sebanyak 15.000 Kg (15 Ton).
“Verifikasi faktual yang dilakukan oleh tim pengawasan eksternal bertujuan untuk memastikan bahwa benih padi sebanyak 230.250 Kg (230 Ton) benar-benar diterima oleh petani yang berada di dalam kelompok tani penerima manfaat program padi Inbrida tahun 2016 dan memastikan bahwa benih padi bantuan tahun 2016 yang terdapat di kilang padi Krueng Sikajang sebanyak 14 ton dalam pengerebekan beberapa hari lalu tidak memiliki hubungan dengan benih bantuan program Inbrida untuk alokasi Kabupaten Aceh Tamiang”, ungkap Hendra.
Lebih lanjut Hendra mengatakan benih padi sebanyak 14 Ton yang ditemukan di kilang Krueng Sikajang pada saat pengerebekan, kuat dugaan berasal dari benih bantuan program padi Inbrida Kabupaten Aceh Tamiang dikarenakan untuk alokasi Kecamatan Manyak Panyed benih yang dibagikan Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Tamiang kepada kelompok berasal dari penangkar benih Tepah Jaya. Dan pada akhir bulan Juni 2016 KTNA Aceh Tamiang juga mendapat informasi dari beberapa kelompok tani di kecamatan Manyak Payed tentang pemotongan benih padi bantuan. [] Red-TN

