TamiangNews.com, KUALASIMPANG - Masyarakat Kemukiman Gunung Mesjid, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, saat ini sangat membutuhkan mobil ambulan.
Pasalnya, permukimanan tersebut terdapat beberapa kampung yang berada di kawasan pedalaman, sering mengalami kesulitan ketika ada wargabya yang sakit untuk dirujuk ke Puskesmas kecamatan dan RSUD Karang Baru.
Menghadapi masalah tersebut, warga terpaksa menggunakan mobil bak terbuka milik warga lain.
Datok Kampung Bandung Kasmin kepada wartawan, Senin (19/9) mengakui, daerah ini ketika masih masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur hingga dimekarkan Kabupaten Aceh Tamiang belum ada satu mobil ambulan yang ditempatkan di sana, sementara keberadaan mobil itu sangat dibutuhkan masyarakat.
Dijelaskannya, apabila Pemerintah Aceh Tamiang memberikan bantuan satu unit mobil ambulan untuk wilayah ini, dapat digunakan oleh masyarakat dari sejumlah kampung di antaranya Kampung Bandung, Krung Sikajang, Paya Tampah, Pandan Sari dan Paya Baru.
"Mobil ambulan bisa di-stanbay-kan di Pustu (Puskesmas Pembantu)," ujarnya.
Menurutnya, jarak tempuh dari sejumlah kampung tersebut untuk menuju Puskesmas yang berada di pusat Kecamatan Manyak Payed lebih kurang 23 km dengan kondisi jalan masih terdapat sejumlah titik yang rusak parah dan sulit dilalui kendaraan.
"Kalau ke RSUD Aceh Tamiang jaraknya lebih jauh lagi," imbuh Kasmin.
Menanggapi itu, Ketua Fraksi Partai Aceh DPRK Aceh Tamiang Mustaqim menyatakan, pihaknya akan menampung keluhan warga tersebut dan nantinya diteruskan kepada pimpinan.
" Saya kira sudah layak pemerintah daerah memikirkan penempatan mobil ambulan untuk daerah pedalaman, yang merupakan transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Mustaqim menekankan juga agar Dinas Kesehatan Aceh Tamiang mencermati permasalahan kebutuhan mobil ambulan tersebut, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa terpenuhi maksimal.
"Sungguh ironis jika warga yang sakit harus dirujuk menggunakan mobil pick up atau dump truck yang sehari-harinya digunakan mengangkut berbagai jenis hasil pertanian," pungkas mantan aktivis HMI Cabang Langsa ini. [] Medanbisnis
Pasalnya, permukimanan tersebut terdapat beberapa kampung yang berada di kawasan pedalaman, sering mengalami kesulitan ketika ada wargabya yang sakit untuk dirujuk ke Puskesmas kecamatan dan RSUD Karang Baru.
Menghadapi masalah tersebut, warga terpaksa menggunakan mobil bak terbuka milik warga lain.
Datok Kampung Bandung Kasmin kepada wartawan, Senin (19/9) mengakui, daerah ini ketika masih masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur hingga dimekarkan Kabupaten Aceh Tamiang belum ada satu mobil ambulan yang ditempatkan di sana, sementara keberadaan mobil itu sangat dibutuhkan masyarakat.
Dijelaskannya, apabila Pemerintah Aceh Tamiang memberikan bantuan satu unit mobil ambulan untuk wilayah ini, dapat digunakan oleh masyarakat dari sejumlah kampung di antaranya Kampung Bandung, Krung Sikajang, Paya Tampah, Pandan Sari dan Paya Baru.
"Mobil ambulan bisa di-stanbay-kan di Pustu (Puskesmas Pembantu)," ujarnya.
Menurutnya, jarak tempuh dari sejumlah kampung tersebut untuk menuju Puskesmas yang berada di pusat Kecamatan Manyak Payed lebih kurang 23 km dengan kondisi jalan masih terdapat sejumlah titik yang rusak parah dan sulit dilalui kendaraan.
"Kalau ke RSUD Aceh Tamiang jaraknya lebih jauh lagi," imbuh Kasmin.
Menanggapi itu, Ketua Fraksi Partai Aceh DPRK Aceh Tamiang Mustaqim menyatakan, pihaknya akan menampung keluhan warga tersebut dan nantinya diteruskan kepada pimpinan.
" Saya kira sudah layak pemerintah daerah memikirkan penempatan mobil ambulan untuk daerah pedalaman, yang merupakan transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Mustaqim menekankan juga agar Dinas Kesehatan Aceh Tamiang mencermati permasalahan kebutuhan mobil ambulan tersebut, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa terpenuhi maksimal.
"Sungguh ironis jika warga yang sakit harus dirujuk menggunakan mobil pick up atau dump truck yang sehari-harinya digunakan mengangkut berbagai jenis hasil pertanian," pungkas mantan aktivis HMI Cabang Langsa ini. [] Medanbisnis

