TamiangNews.com, LANGSA -- Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP) yang saat ini menjadi program KOTAKU, merupakan program pemerintah yang dilaksanakan untuk mewujudkan lingkungan pemukiman di perkotaan yang layak huni dan berkelanjutan.
Hal itu ditegaskan oleh Walikota Langsa Usman Abdullah, SE, yang diwakili oleh Asisten I Pemerintahan Suyetno (foto) dalam acara Lokakarya Sosialisasi Dan Strategi Komunikasi Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Langsa di Hotel Harmoni, Kamis (29/9).
Dijelaskannya pemerintah siap menjadi Nakhoda dan berkolaborasi dengan program KOTAKU bermaksud membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam menaggulangi permasalahan kawasan permukiman kumuh dengan melakukan perubahan di masyarakat dan pemerintah daerah menuju tatanan keberdayaan dan kemandirian.
"Program ini dikandung maksud untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan dalam mendukung terwujudnya permukiman
perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan dalam kebijakan percepatan penanganan kumuh 2015-2019", jelas Suyetno.
Sementara itu Kordinator Kota (Korkot) 6 Langsa Helmiza Sabri disela-sela kegiatan mengatakan Lokakarya Sosialisasi Dan Strategi Komunikasi Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) ini membahas materi Kebijakan Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan, Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh, Strategi Komunikasi dan Pengembangan Media.
"Kegiatan ini juga akan dilakukan Diskusi Kelompok, Perumusan Hasil Diskusi Kelompok kemudian Membangun Kesepakatan dalam Pelaksanaan Program", jelas Helmiza Sabri sembari menekankan akhirnya akan lahir kesepakatan dalam pelaksanaan program kedepan.
Sosialisasi dan Lokakarya ini diikuti oleh jajaran Pemkot termasuk para PJOK, Geuchik dan untuk peserta unsur BKM, Konsultan pendamping dan Tim Kotaku. [] Wawan
Hal itu ditegaskan oleh Walikota Langsa Usman Abdullah, SE, yang diwakili oleh Asisten I Pemerintahan Suyetno (foto) dalam acara Lokakarya Sosialisasi Dan Strategi Komunikasi Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Langsa di Hotel Harmoni, Kamis (29/9).
Dijelaskannya pemerintah siap menjadi Nakhoda dan berkolaborasi dengan program KOTAKU bermaksud membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam menaggulangi permasalahan kawasan permukiman kumuh dengan melakukan perubahan di masyarakat dan pemerintah daerah menuju tatanan keberdayaan dan kemandirian.
"Program ini dikandung maksud untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan dalam mendukung terwujudnya permukiman
perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan dalam kebijakan percepatan penanganan kumuh 2015-2019", jelas Suyetno.
Sementara itu Kordinator Kota (Korkot) 6 Langsa Helmiza Sabri disela-sela kegiatan mengatakan Lokakarya Sosialisasi Dan Strategi Komunikasi Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) ini membahas materi Kebijakan Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan, Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh, Strategi Komunikasi dan Pengembangan Media.
"Kegiatan ini juga akan dilakukan Diskusi Kelompok, Perumusan Hasil Diskusi Kelompok kemudian Membangun Kesepakatan dalam Pelaksanaan Program", jelas Helmiza Sabri sembari menekankan akhirnya akan lahir kesepakatan dalam pelaksanaan program kedepan.
Sosialisasi dan Lokakarya ini diikuti oleh jajaran Pemkot termasuk para PJOK, Geuchik dan untuk peserta unsur BKM, Konsultan pendamping dan Tim Kotaku. [] Wawan

