TamiangNews.com, KARANG BARU -- Sejumlah bunga hias yang berada di taman median jalan yang berada di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda kembali hilang dicuri orang tak bertanggung jawab, kejadian terbaru terjadi pada Kamis malam (13/10).
Kejadian ini baru diketahui pada keesokan harinya atau Jumat pagi (14/10) oleh seorang mandor taman pada saat mengontrol tenaga lapangan untuk bekerja membersihkan taman.
"Sembilan batang tanaman bunga kertas atau bugenvil (Bougainvillea) ukuran sedang yang ditanami dalam pot di taman media jalan hilang dan tinggal pot kosong", ungkap Muslim yang menjabat sebagai mandor taman di BLHK.
Penelusuran TamiangNews.com mendapat titik terang, seorang warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi mengaku melihat pencurian bunga ini. Bu De, mengaku melihat langsung pada saat orang tak dikenal membongkar paksa bunga bugenvil dalam pot saat pulang shalat isya dari mesjid Nurhasanah Tanah Terban.
"Saya melihat ada 2 orang perempuan naik sepeda motor sedang mengambil bunga itu, saya tidak mengenalnya dan saya tidak berani melarangnya", sebut Bu De kepada TamiangNews.com.
Kabid Pertamanan, Ismawati SP yang dihubungai TamiangNews.com, membenarkan kasus kehilangan bunga bugenvil yang baru ditanam sekitar 3 bulan lalu menggunakan anggaran APBK 2016. Menurutnya kejadian serupa juga pernah terjadi sekitar 2 bulan yang lalu saat bugenvil baru siap ditanam.
"Ini bukan pertama kali terjadi, sejak 3 tahun lalu sampe sekarang pencurian bunga terus terjadi berulang-ulang di Kota Kualasimpang dan Karang Baru, di kota Kualasimpang tepatnya di taman belakang pajak buah, BLHK telah melakukan penanaman sekitar 1000 batang bunga, tapi karena setiap malam hilang, yang tinggal sekarang berkisar ratusan batang saja".
Ismawati menyebutkan, "sekarang ini kerjaan kami hanya yang itu-itu saja, pengadaan bibit bunga dan tanam, tidak pernah mendapatkan hasil yang bagus sehingga terkesan kami tidak bekerja, padahal kami telah berusaha melaksanakan kewajiban kami, dari mulai menanam hingga merawat bunga-bunga tersebut, tetapi kami tidak sanggup menjaganya siang malam".
Untuk itu Ismawati menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat ikut serta menjaga taman dan bunga-bunga yang telah ditanam, dan khsusus kepada SKPK terkait lainnya untuk dapat mencegah terjadinya pencurian bunga sehingga tidak terulang lagi sehingga uang negara yang dikucurkan untuk sektor ini tidak sia-sia, demikian pintanya. [] TN-W001
Kejadian ini baru diketahui pada keesokan harinya atau Jumat pagi (14/10) oleh seorang mandor taman pada saat mengontrol tenaga lapangan untuk bekerja membersihkan taman.
"Sembilan batang tanaman bunga kertas atau bugenvil (Bougainvillea) ukuran sedang yang ditanami dalam pot di taman media jalan hilang dan tinggal pot kosong", ungkap Muslim yang menjabat sebagai mandor taman di BLHK.
Penelusuran TamiangNews.com mendapat titik terang, seorang warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi mengaku melihat pencurian bunga ini. Bu De, mengaku melihat langsung pada saat orang tak dikenal membongkar paksa bunga bugenvil dalam pot saat pulang shalat isya dari mesjid Nurhasanah Tanah Terban.
"Saya melihat ada 2 orang perempuan naik sepeda motor sedang mengambil bunga itu, saya tidak mengenalnya dan saya tidak berani melarangnya", sebut Bu De kepada TamiangNews.com.
Kabid Pertamanan, Ismawati SP yang dihubungai TamiangNews.com, membenarkan kasus kehilangan bunga bugenvil yang baru ditanam sekitar 3 bulan lalu menggunakan anggaran APBK 2016. Menurutnya kejadian serupa juga pernah terjadi sekitar 2 bulan yang lalu saat bugenvil baru siap ditanam.
"Ini bukan pertama kali terjadi, sejak 3 tahun lalu sampe sekarang pencurian bunga terus terjadi berulang-ulang di Kota Kualasimpang dan Karang Baru, di kota Kualasimpang tepatnya di taman belakang pajak buah, BLHK telah melakukan penanaman sekitar 1000 batang bunga, tapi karena setiap malam hilang, yang tinggal sekarang berkisar ratusan batang saja".
Ismawati menyebutkan, "sekarang ini kerjaan kami hanya yang itu-itu saja, pengadaan bibit bunga dan tanam, tidak pernah mendapatkan hasil yang bagus sehingga terkesan kami tidak bekerja, padahal kami telah berusaha melaksanakan kewajiban kami, dari mulai menanam hingga merawat bunga-bunga tersebut, tetapi kami tidak sanggup menjaganya siang malam".
Untuk itu Ismawati menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat ikut serta menjaga taman dan bunga-bunga yang telah ditanam, dan khsusus kepada SKPK terkait lainnya untuk dapat mencegah terjadinya pencurian bunga sehingga tidak terulang lagi sehingga uang negara yang dikucurkan untuk sektor ini tidak sia-sia, demikian pintanya. [] TN-W001