Notification

×

Iklan

Iklan

Sekda Atam : Banyak Potensi yang Dapat Dikelola di Kawasan Perbatasan

Kamis, 01 Juni 2017 | Juni 01, 2017 WIB | 0 Views Last Updated 2017-11-01T07:19:33Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
TamiangNews.com, KARANG BARU -- Dalam menyikapi pembinaan dari Pemda (pemerintah daerah) terhadap masyarakat khususnya warga yang tinggal di kawasan perbatasan darat dan laut, Sekda Ir. Razuardi Ibrahim, MT Rabu (31/05) mengatakan, bahwa masyarakat di kawasan perbatasan darat dalam hal persaudaraan atau kehidupan sosialnya kuat. Dalam aspek sosial, solidaritas sesama warga yang memiliki keinginan untuk mengolah potensi-potensi yang ada di daerah tempat tinggal mereka.

"Sebab, cukup banyak potensi yang bisa diolah di daerah ini, seperti perbatasan darat dengan hasil pertanian palawija selain padi dan perkebunan lada, cengkeh, coklat selain kelapa sawit", ujarnya.

Kemudian timpalnya, lain halnya lagi masyarakat di kawasan pesisir, potensi yang jelas di wilayah ini adalah perikanan. Namun untuk mendukungnya pemerintah juga harus membantu dalam bentuk sarana dan prasarananya, baik alat tangkap ikan, trawl, boat dan lain sebagainya.

"Terkait bantuan dan dukungan Pemda terhadap upaya tersebut, muncul persoalan baru, Pemda tidak tahu siapa-siapa saja yang menerima baik individu, kelompok masyarakat yang digaris depan di kawasan laut misalnya kelompok dan nelayannya, serta di kawasan darat yakni kelompok dan petaninya. Selama ini data dan fakta masyarakat yang ada saja belum dapat jadi pegangan, karena di lapangan petugas dinas terkait melakukan pendataan tidak akurat dan hal ini sering terjadi", ungkapnya.

Sekda Razuardi Ibrahim menggarisbawahi bahwa masyarakat yang tidak dibina untuk mengolah potensi-potensi tersebut dari satuan kerja (Satker) terkait, karena sumberdaya manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang pembangunan manusia sangat minim. Sehingga harapan Pemda Aceh Tamiang jika adanya pelatihan atau bimbingan kepada warga yang tempat tinggalnya di kawasan perbatasan dapat dilakukan pembinaan oleh ASN dari dinas terkait.

"Potensi yang dimiliki nantinya dapat diolah oleh warga itu sendiri, dan dipasarkan hingga ke negara tetangga, seperti Malaysia", pungkas Razuardi. [] TN-RF
×
Berita Terbaru Update