Notification

×

Iklan

Iklan

Mengenal Phubbing, Saat Seseorang Lebih Fokus Kepada Ponsel Daripada Orang Sekitarnya.

Sabtu, 25 Desember 2021 | Desember 25, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-25T03:57:10Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik

Anna Stya Yunita Eka Ardiana Kelas B (Pagi) Semester 3 Fakultas Ilmu Komunikasi dan Ilmu Pemerintah Prodi Ilmu Komunikasi Matkul Dasar - Dasar Penulisan Dosen Korry Elyana, M.Ikom Universitas Muhammadiyah Tangerang

TamiangNews.com -- Fenomena Phubbing sering kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari bahkan sering kita lakukan secara langsung baik sadar maupun tidak sadar. Kebanyakan orang (anak-anak, remaja, orang dewasa) tidak lagi berfokus pada dunia maupun lingkungan mereka, keberfokusan mereka teralihkan kepada benda-benda yang berhubungan dengan alat elektronik seperti SmartPhone yang semakin hari semakin berkembang pesat. Mereka berfokus pada Gadget mereka masing-masing yang seakan-akan menjadi kebutuhan pokok.  

Untuk kata Phubbing sendiri berasal dari kombinasi istilah phone dan snubbing, yakni perilaku anti sosial yang cenderung merendahkan orang lain. Pelaku phubbing biasanya lebih memilih asyik dengan ponselnya dibandingkan berinteraksi langsung dengan orang yang berada di hadapannya. Phubbing menjadi salah satu bentuk ketergantungan seseorang pada ponsel, yang sayangnya bisa merusakan hubungan sosialnya. Selain itu, phubbing juga tergolong buruk untuk kesehatan mental baik bagi pelaku maupun korbannya. Dampak dari Phubbing ini cukup serius diantaranya putusnya hubungan keluarga yang harmonis, pertemanan yang kurang berelasi serta mengurangi tingkat kepercayaan diri seseorang yang melakukan Phubbing.

Fenomena Phubbing Resahkan Masyarakat Dunia, Dampak Bodoh Telepon Pintar. (Foto Ilustrasi: Istimewa) 

Penyebab Terjebak Perilaku Phubbing 

Perilaku phubbing saat ini bisa dengan mudah dijumpai di kehidupan sehari-hari contohnya saat kita lebih memilih asyik scroll media sosial ketika makan malam bersama pasangan atau pun orang yang malah bermain game ketika menghadiri rapat atau reuni bersama teman lama juga menunjukkan perilaku anti sosial ini. Dan perilaku phubbing memiliki keterkaitan dengan depresi maupun kecemasan social. Orang yang depresi, maupun memiliki kecemasan sosial, cenderung lebih sering melakukan phubbing kepada teman-temannya. Hal ini dilatar belakangi pilihan mereka untuk lebih memilih interaksi sosial online dibandingkan komunikasi tatap muka. Phubbing sebetulnya adalah wujud lain dari ego yang terlalu dimanjakan, terlalu dituruti, demi kesenangan sendiri entah apa, tidak peduli orang di dekatnya, tidak mau mendengarkan, kehadiran menjadi tidak penting. Secara fisik dekat, tapi ternyata hati dan pikirannya berada di tempat jauh 

Tanda bahwa kita seorang pelaku phubbing

Tanda utama bahwa kitta melakukan phubbing adalah dengan adanya ponsel yan selalu ada di tangan kita saat sedang berinteraksi langsung dengan orang lain ataupun menerima pangilan telepon atau sekedar membalas pesan singkat dan mengecek notifikasi yang masuk. Sebenarnya secara tidak langsung kita sedang melakukan phubbing.

Untuk mengetahui apakah kita adalah pelaku phubbing, berikut adalah tanda-tandanya:

1. Harus selalu memeriksa ponsel meskipun sedang makan dengan orang lain.

2. Merasa ponsel harus selalu berada dalam jangkauan ketika menghabiskan waktu bersama orang lain.

3. Reflek langsung mengeluarkan ponsel saat berdering atau bergetar, bahkan jika sedang asyik berbicara dengan orang lain.

Demikian opini saya mengenai phubbing di era teknologi seperti saat ini. Smartphone yang kita miliki memang memiliki banyak fitur dan fungsi namun bukan untuk mengabaikan orang lain. Gunakan smartphone tersebut dengan bijak dan bukannya malah menjauhkan yang dekat. Dan mengabaikan ponsel anda saat berinteraksi langsung dengan seseorang adalah tanda bahwa anda memiliki rasa hormat pada orang tersebut. Jadi, stop phubbing mulai dari sekarang ya gais!. ***


×
Berita Terbaru Update