Notification

×

Iklan

Iklan

Adab dalam Menuntut Ilmu

Kamis, 14 Desember 2023 | Desember 14, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-12-18T15:23:37Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik

Foto : ILUSTRASI

Adab merupakan posisi tertinggi dalam Islam setelah tauhid. Karena adab merupakan buah dari sebuah ilmu pengetahuan. Adab memiliki peranan penting bagi penuntut ilmu. Hal ini menjadi tolak ukur dalam setiap majelis ilmu ataupun tempat-tempat yang didalamnya mengajarkan ilmu pengetahuan. Seseorang bisa dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran adalah dengan memiliki adab serta etika yang sopan dan santun. Sehingga orang-orang dapat menilai bahwa ilmu pengetahuan melahirkan manusia yang memiliki etika yang sesuai norma. Terlebih didalam Islam, adab sangat dijunjung tinggi. Karena menjadi nilai tersendiri jika memiliki adab yang sesuai dengan Islam serta memiliki ilmu. pengetahuan yang mencukupi. Disatu sisi, bahwa adab merupakan kunci masuk surga. Berdasarkan Hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya" (HR. Abu Daud dan HR. Ibnu Majah).


Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu yang dapat diguakan untuk menerangkan gejala tertentu dibidang pengetahuan itu. Adab-adab dalam menuntut ilmu tentunya harus diperhatikan bersama. 


IKLAN_2030

Pada zaman ini masih banyak orang-orang yang belajar namun lupa mempelajari adab. Padahal adab menjadi tolak ukur pertama dalam keberhasilan proses menuntut ilmu atau proses belajar mengajar. Selain itu Islam juga mewajibkan setiap ummatnya untuk senantiasa menuntut ilmu. Karena sebelum beramal harus terlebih dahulu berilmu.


Berikut ini beberapa adab dalam menuntut ilmu : 

1. Mengikhlaskan Niat dalam Menuntut Ilmu

Dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena Allah dan seseorang tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah .

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ 


"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan    ketaatan kepada-Nya...." (QS. Al- Bayyinah: 5).


2. Membersihkan Hati dari Akhlak yang Buruk 

Hendaknya penuntut ilmu membersihkan hatinya dari segala kecurangan,kotoran, iri, dengki,keyakinan yang buruk,dan akhlak yang jelek. Sahl bin Abdullah at-Tustari رحمه الله berkata,


حَرَامٌ عَلَى قَلْبٍ أَنْ يَدْخُلَهُ النُّورُ وَفِيْهِ شَيْءٍ مِمَّا يَكْرَهُ اللهُ عَزَّوَجَلَّ  .


"Haram atas cahaya (ilmu) untuk memasuki hati seseorang, sedang di dalam hati tersebut ada  sesuatu yang dibenci oleh Allah عزوجل"


3. Memohon Ilmu yang Bermanfaat Kepada Allah 

Hendaknya setiap penuntut ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan memohon pertolongan kepada Nya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepada Nya. 

Allah Ta’ala berfirman ;

(... وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا ) (١١٤)


"... Dan katakanlah, 'Wahai Rabb-ku tambahkanlah ilmu kepadaku." (QS. Thaahaa: 114)



4. Bersungguh -sungguh dalam Menuntut Ilmu dan Rindu untuk Mendapatkannya 

Dalam menuntut ilmu syar’I membutuhkan kesungguhan tidak layak para penuntut Ilmu bermalas malasan dalam mencarinya kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat apabila bersungguh sungguh dalam mendapatkannya.   Rasulullah صَلى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم bersabda:


إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَالْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ، وَمَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطَهُ، وَمَنْ يَتَوَقَّ الشَّرَّ يُوْقَهُ.


"Sesungguhnya ilmu diperoleh dengan (sungguh- sungguh) belajar, dan sikap sabar (penyantun) diperoleh dengan membiasakan diri untuk sabar. Barangsiapa yang berusaha (keras) mencari kebaikan maka ia akan memperoleh kebaikan, dan barangsiapa yang menjaga dirinya dari kejelekan (kejahatan) maka ia akan di- lindungi Allah dari kejelekan (kejahatan)."


5. Memulai dengan Mempelajari Kitabullah ( Al-Qur’an ) 

Hendaklah seorang penuntut ilmu memulai perjalanan menuntut ilmunya denga mempelajari al-Qur’an dan bersungguh sungguh dalam memahami tafsirnya. 


6. Menjauhkan Diri dari Dosa dan Maksiat dengan Bertaqwa kepada Allah Ta’ala 

Hal ini merupakan sarana yang paling benar dalam memperoleh ilmu, sebagaimana Allah berfirman ; 

وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

‘’...Dan bertaqwalah kepada Allah; Allah akan memberikan pengajaran kepadamu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 282). 


Karena itulah ibnu Mas’ud رحمه الله  (wafat th. 32H ) mengatakan,”Sungguh, aku mengetahui bahwa seseorang lupa terhadap ilmu yang pernah diketahuinya dengan sebab dosa yang dilakukannya.”


Imam Ibnul Qayyim رحمة الله menjelaskan dalam kitabnya ad-Daa wad Dawaa' bahwa seseorang tidak mendapatkan ilmu disebabkan dosa dan maksiat yang dilakukannya. Seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebab- kan banyak melakukan dosa dan maksiat. 


Seorang muslim dan muslimah harus menjauhi dosa dosa besar, apalagi ia seorang penuntut ilmu, oleh sebab itu kita harus menjauhi dosa dan maksiat. 


Sedangkan yang ke 7) Memanfaatkan Usia Muda dalam Menuntut Ilmu; 8) Tidak Boleh Sombong dan Tidak Boleh Malu dalam Menuntut Ilmu; 9) Mendengarkan Baik- Baik Pelajaran yang Disampaikan Ustadz, Syaikh, atau Guru; 10) Diam ketika Pelajaran Disampaikan; 11) Berusaha Memahami Ilmu Syar’i yang Disampaikan; 12) Menghafalkan Ilmu Syar’i yang Disampaikan; 13) Mengikat Ilmu atau Pelajaran denagn Tulisan; 14) Mengamalkam Ilmu Syar’i yang Telah Dipelajari; 15) Mendakwahkan Ilmu; dan 16) Memilih Teman yang Baik.[] 


Pengirim :

Durratul Lutfiah Qaidah, Tesa Febrina dan Warni Mukti, mahasiswa STITMA Yogyakarta, email : durratul.lutfiah@gmail.com 

×
Berita Terbaru Update