![]() |
Tamiang-News.com, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal di hampir separuh wilayah Indonesia. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus, dengan kondisi yang cenderung lebih kering serta berlangsung lebih lama dari kondisi normal.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan dikantor BMKG Jakarta, Rabu 04/03/2026 mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian berbagai pihak agar dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.
“Beberapa langkah yang perlu dipersiapkan antara lain pengelolaan sumber daya air secara optimal, penyesuaian pola tanam di sektor pertanian, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Faisal dalam konferensi pers BMKG.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, sektor pertanian, dan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan iklim resmi yang dikeluarkan lembaga tersebut sebagai acuan dalam mengambil langkah antisipatif.[]Sumber: www.bmkg.go.id


