Notification

×

Iklan

Iklan

Dampak Aktivitas Penambangan Terhadap Ketersediaan Kualitas Air Bersih

Rabu, 18 Maret 2026 | Maret 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-18T07:22:29Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik

Penambangan timah di Bangka Belitung (Foto/CNBC Indonesia)

Pertambangan ilegal adalah kegiatan penambangan sumber daya alam yang dilakukan tanpa izin resmi dari pemerintah atau tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku titik di Indonesia, pertambangan ilegal sering di sebut PETI (Pertambangan Tanpa Izin) dan umumnya terjadi pada komoditas seperti timah.

 

Pertambangan menjadi isu yang sangat banyak dibicarakan oleh orang-orang termasuk di Bangka Belitung. Sebagai salah satu lokasi pertambangan di pulau Bangka Tengah di Desa Sungai Selan adalah lokasi pertambangan yang terkena dampak akibat dari pertambangan timah ilegal.

 

Aktivitas penambangan, meskipun memiliki peran penting dalam perekonomian dan menyediakan bahan baku industri dan penyediaan bahan baku industri memiliki dampak yang sangat signifikan dan seringkali merugikan terhadap ketersediaan air bersih. Hal ini menjadi isu kerusual karena air bersih adalah kebutuhan dasar manusia dan sumber daya yang tak tergantikan.

 

Kerusakan sungai akibat penambangan ilegal bukan sekitar kerusakan lingkungan biasa melainkan sebuah bencana ekologis yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat di sekitarnya. Sungai yang dulunya mungkin menjadi sumber kehidupan, kini berubah menjadi korban dari aktivitas yang tidak bertanggung jawab.

 

Di desa sungai Selan memiliki potensi yang tinggi dalam sektor pertambangan sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar akan tetapi pertambangan yang dilakukan ini tanpa memperhatikan konversi lahan dan fungsi lingkungan. Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat sekitar adalah menurunnya kualitas air bersih sehingga hilangnya fungsi air sebagai elemen terpenting dan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup.

 

Secara fisik, penembangan ilegal telah merusak tatanan alam di sungai penggunaan alat berat yang sembarangan penggalian di dasar sungai dan pembuatan galian tambang di sepanjang dataran sungai telah mengubah aliran air, pengikis tebing, dan menyebabkan pendangkalan parah. Akibatnya, sungai kehilangan kemampuan alaminya untuk mengalirkan air dengan baik, yang meningkatkan resiko banjir saat hujan deras.

 

Pertambangan ilegal di desa sungai Selan berdampak pada menurunnya kualitas air bersih yang tidak bisa digunakan lagi akibat dari limbah cair bekas tambang timah ilegal yang dibuang di sungai yang mengalir di permukiman warga. Warna dan dasar sungai yang berubah menunjukkan bahwa sungai tersebut tidak bisa lagi digunakan.

 

Warna air sungai yang dulunya jernih kini berubah menjadi coklat susu dan tidak bisa digunakan lagi untuk warga sekitar, sedangkan dasar sungai yang dulunya pasir dan bebatuan sekarang menjadi lumpur tebal akibat dari limbah tambang timah tersebut.

 

Kegiatan penambangan di desa sungai Selatan telah menyebabkan penurunan fungsi lahan yang berdampak pada kualitas air bersih di sungai sehingga mengubah fungsi lahan sungai. Sungai yang ada di sungai Selan biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk menunjang kehidupan masyarakat yang berada di tepi sungai, tidak hanya air bersih tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian masyarakat yang tinggal di sungai, misalnya seiring dengan koleksi udang sungai dan penangkapan ikan sungai produk ikannya menurun bahkan punah tentunya tidak hanya manusia yang akan merasakan dampak pencemaran sungai tetapi makhluk yang hidup di sungai juga akan merasakan dampaknya.

 

Selain pencemaran air sungai penambangan timah dalam jangka panjang juga akan berdampak pada perekonomian dan sulitnya memperoleh air bersih, karena pencemaran air sungai akibat penambangan timah lebih serius yang akan mempersulit penambangan air bersih.[]

 

Penulis :

Dzea Natasya, mahasiswi Universitas Bangka Belitung

×
Berita Terbaru Update