Notification

×

Iklan

Iklan

Lapangan Rusak, Aktivitas Olahraga Aceh Tamiang Nyaris Lumpuh Pasca Banjir

Rabu, 11 Maret 2026 | Maret 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-11T14:48:32Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik


Caption : [Foto Ilustrasi Digital Art/mediaTamiangNews.com/Reger]

Tamiang-News.com,| KARANG BARU – Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu tidak hanya merusak permukiman dan fasilitas pemerintahan, tetapi juga meluluhlantakkan berbagai sarana olahraga yang selama ini menjadi tempat aktivitas masyarakat.


Hingga kini, lebih dari tiga bulan pasca banjir bandang tersebut, aktivitas olahraga di Aceh Tamiang masih nyaris vakum. Sejumlah fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, lapangan futsal, lapangan basket, hingga lapangan tenis mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir yang disertai lumpur dan material lainnya.


Seorang tokoh masyarakat Aceh Tamiang yang juga dikenal sebagai pegiat olahraga, Saiful Alam, SE, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, sampai saat ini belum terlihat adanya langkah nyata untuk memperbaiki sarana dan prasarana olahraga yang rusak akibat bencana hidrometeorologi tersebut.


Saiful Alam yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Porlasi Aceh Tamiang sekaligus Sekretaris Klub Sepak Bola PS Muda Sedia, yang juga Wartawan Olahraga dan Pelaku Olahraga terbaik se Aceh 2025 (Haornas) berharap pemerintah daerah dapat lebih peka terhadap kondisi yang dihadapi para pegiat olahraga di daerah itu.


“Sudah lebih dari tiga bulan pasca banjir, tetapi fasilitas olahraga masih belum tersentuh perbaikan. Padahal sarana ini sangat penting untuk aktivitas masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Saiful.


Ia menilai, langkah paling mendesak yang seharusnya dilakukan pemerintah daerah adalah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap seluruh fasilitas olahraga yang rusak akibat bencana.


Menurutnya, pendataan tersebut sangat penting sebagai dasar untuk mengusulkan bantuan rehabilitasi atau pembangunan kembali sarana olahraga kepada pemerintah pusat.


“Logikanya sederhana, bagaimana mungkin kita bisa mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat kalau data kerusakan saja tidak ada. Pendataan ini harus segera dilakukan,” tegasnya.


Saiful juga mengingatkan bahwa jika perbaikan sarana olahraga tidak diusulkan melalui program bantuan dari pemerintah pusat, maka kemungkinan besar pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan kesulitan menanggung biaya perbaikan tersebut secara mandiri.


“Kalau tidak diusulkan ke pusat, hampir bisa dipastikan pemerintah kabupaten tidak akan memiliki anggaran yang cukup untuk memperbaiki seluruh fasilitas olahraga yang rusak. Karena itu, jangan didiamkan saja seolah-olah nanti akan ada perbaikan dengan sendirinya,” katanya.


Para pegiat olahraga di Aceh Tamiang pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar aktivitas olahraga yang telah lama terhenti dapat kembali berjalan dan fasilitas olahraga yang rusak bisa segera direhabilitasi.


Saiful juga menyesalkan apa yang terjadi di Aceh Tamiang, pasca banjir banyak sarana olahraga sepakbola dirusak dijadikan Huntara, padahal 80% kawasan di Aceh Tamiang ini adalah tanah HGU mengapa harus merusak lapangan sepakbola yang ada, seharusnya tanah HGU ini yang dipakai untuk Huntara bukan lapangan bola.[]

×
Berita Terbaru Update