![]() |
| Photo: Bersama PGRI Provinsi Aceh, Al Munzir, S.Pd.I., M.Si., jajaran pengurus kabupaten, serta unsur pemerintah daerah |
Tamiang-News.com, ACEH TAMIANG - H. Nurdin, S.Pd., M.M., kembali dipercaya menahkodai Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Tamiang untuk periode 2025–2030. Kepala SD Negeri 1 Pecontohan Karang Baru itu terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Daerah (Konferda) ke-23 yang digelar di Aula FN Cafe dan Resto, Kampung Dalam, Sabtu (25/4/2026).
Pemilihan secara bulat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinan Nurdin masih dibutuhkan untuk melanjutkan perjuangan dan penguatan organisasi profesi guru di daerah tersebut. Konferda berlangsung dalam suasana demokratis, tertib, serta penuh semangat kebersamaan, dengan dihadiri perwakilan dari 11 cabang kecamatan.
Turut hadir Ketua PGRI Provinsi Aceh, Al Munzir, S.Pd.I., M.Si., jajaran pengurus kabupaten, serta unsur pemerintah daerah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E., yang didampingi unsur Muspida, Kepala Kankemenag, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tamiang, Bakhtiar, M.Pd.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ismail menekankan pentingnya sinergi antara tenaga pendidik dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga menyampaikan kebijakan yang disambut antusias peserta.
“Satu poin penting, kami mengizinkan seluruh guru mengenakan seragam PGRI setiap hari Rabu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Aceh, Al Munzir, menyoroti mundurnya jadwal Konferda yang semula direncanakan pada akhir 2025 akibat bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang. Meski demikian, ia mengapresiasi respons cepat PGRI setempat dalam membantu pemulihan pascabencana.
“Kerja keras dan kekompakan PGRI Aceh Tamiang patut diapresiasi, terutama dalam membantu pemulihan pascabanjir,” katanya.
Nurdin, dalam pernyataannya, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut bersama seluruh pengurus dan anggota.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus kembali ke rumah besar PGRI dan bersama-sama berbuat yang terbaik untuk guru dan pendidikan di Aceh Tamiang,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten, Kankemenag, Cabang Dinas Pendidikan, serta PGRI Provinsi Aceh yang dinilainya selama ini menjadi mitra strategis dalam memperjuangkan aspirasi guru.
Selain menetapkan ketua, Konferda juga menyusun struktur kepengurusan lengkap, mulai dari wakil ketua, sekretaris, bendahara, hingga koordinator bidang. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat peran PGRI sebagai wadah perjuangan sekaligus motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan di Aceh Tamiang.
Di tengah tantangan dunia pendidikan pascabencana dan tuntutan peningkatan mutu, kepemimpinan Nurdin pada periode kedua ini diharapkan tidak hanya melanjutkan program, tetapi juga memperkuat solidaritas serta memperjuangkan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.[]TNW_001


