Notification

×

Iklan

Iklan

Mengelola Pendidikan di Era Scroll (Strategi Menghadapi Fokus Belajar Gen Z)

Selasa, 05 Mei 2026 | Mei 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-05T04:54:01Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik

Foto : ILUSTRASI

Pendidikan dalam Gempuran Konten Singkat

 

Saat ini, dunia pendidikan menghadapi tantangan besar yang dikenal sebagai "ekonomi perhatian. " Generasi Z, yang tumbuh dengan kehadiran media sosial, sudah terbiasa dengan informasi yang cepat dan singkat ini yang kita sebut sebagai era scroll. Untuk menanggapi hal ini, pendekatan pendidikan perlu disesuaikan agar tetap relevan bagi para pelajar.

 

Strategi Adaptasi Pembelajaran

 

Agar proses belajar menarik bagi Gen Z, para pendidik harus menerapkan pendekatan yang dapat bersaing dengan daya tarik konten digital: 1) Mereka mampu berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya dengan cepat, tetapi sering kali kesulitan untuk berkonsentrasi dalam waktu lama (deep work); 2) Mereka lebih memilih mencari informasi sendiri melalui mesin pencari atau kecerdasan buatan ketimbang menunggu instruksi dari orang lain; dan 3) Daya tangkap mereka terhadap informasi dalam bentuk visual jauh lebih baik dibandingkan dengan teks yang panjang dan padat.

 

Kelebihan dan Kekurangan Strategi Digital

 

Kelebihan Strategi Digital : 1) Siswa menjadi lebih handal dalam menyaring informasi dengan cepat; 2) Pembelajaran menjadi sangat fleksibel dan menarik; dan 3) Akses ke referensi global sangat mudah hanya dengan satu klik.

 

Selain kelebihan strategi digital ini juda di nilai memiliki Kekurangan sebagai berikut : 1) Ada risiko information overload yang menyebabkan kebingungan akibat terlalu banyak data; 2) Kemampuan siswa dalam membaca teks panjang dan mendalam dapat berkurang; dan 3) Ketergantungan yang tinggi pada teknologi dan algoritma.

 

Kesimpulan

 

Menghadapi Gen Z di era scroll bukan berarti kita harus mengabaikan teknologi, melainkan bagaimana kita mengelolanya agar menjadi alat penghubung pengetahuan. Pendidikan harus dapat bertransformasi menjadi lebih dinamis agar konsentrasi belajar siswa tetap terjaga di tengah banyaknya distraksi digital. 

 

Refleksi

 

Sebagai bagian dari generasi yang tumbuh dalam masa transisi ini, saya merasa bahwa "era scroll" menghadirkan dua sisi. Di satu pihak, kita memiliki akses informasi yang amat mudah. Namun, di sisi lain, ada ancaman kehilangan kedalaman berpikir jika kita hanya terpaku pada informasi yang tersaji sekilas di layar.

 

Menurut saya, strategi yang tepat adalah tetap memanfaatkan teknologi sembari tidak meninggalkan sisi kemanusiaan. Pendidikan bukan hanya mengenai transfer data secepat internet, tapi juga tentang menanamkan kebijaksanaan dalam pemrosesan data tersebut. Kita perlu belajar untuk "berhenti sejenak" di tengah arus konten agar konsentrasi kita tidak terserap sepenuhnya oleh algoritma.[]

 

Penulis :

Unaisah, mahasiswi semester 2 STITMA Yogyakarta, Email: unaisahunaisah84@gmail.com

×
Berita Terbaru Update