TamiangNews.com, MANYAK PAYED - Sebanyak 11 santri tsanawiyah dari Pesantren Sabilul Ulum, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, lulus seleksi untuk mengikuti pendidikan di Pesantren Sulaimaniyah, Turki. Selanjutnya para santri tersebut akan mengikuti pembinaan di Islamic Habibi, Banda Aceh, 15 Mei mendatang.
Adapun ke-11 santri tersebut adalah Ikhsan Maulan asal Kampung Suka Ramai Kecamatan Seruway, Abdul Salam (Kampung Teluk Kepayang Kecamatan Bendahara), M Ikil (Kota KualaSimpang), M Aulia Jihan (Kecamatan Rantau), M Adam (Kecamatan Seruway), M Ismail (Kecamatan Karang Baru), M Sholihin (Kampung Banai Kecamatan Karang Baru), Heriansyah Putra (Kampung Lubuk Batil Kecamatan Bendahara), M Yusuf (Kecamatan Karang Baru), Wahyu Arifin (Kampung Seumentok Kecamatan Karang Baru) dan Qamarullah (Kampung Sukarejo Kota Langsa).
Pimpinan Pesantren Sabilul Ulum Tgk HM Yahya Husein didamping Camat Manyak Payed Wan Irwansyah, Senin (9/5), mengatakan, pengiriman santri pada tahun 2016 ini merupakan angkatan ke-4, sementara di tahun 2014 sebanyak tiga santri sudah mengikuti pendidikan di Pesantren Sulaimaniyah.
"Pembinaan santri di Banda Aceh untuk lebih mematangkan kemampuan mereka sehingga lebih siap saat menimba ilmu di Turki," kata Yahya, seraya mengatakan pembinaan setidaknya selama satu tahun, tetapi jika telah mampu menguasai materi dalam kurun waktu tiga sampai enam bulan langsung diberangkatkan ke Turki.
Yahya menjelaskan, biaya pembinaan selama di Banda Aceh dan juga saat mengikuti pendidikan di Turki digratiskan, termasuk jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
"Proses seleksi langsung oleh Direktur Pesantren Sulaimaniah Abi Tadjuddin. Beliau langsung mengunjungi Pesantren Sabilul Ulum," terangnya.
Yahya mengharapkan adanya dukungan semua elemen masyarakat, Pemkab Aceh Tamiang dan Pemerintah Aceh baik materil maupun lainnya sehingga Pesantren Sabilul Ulum mampu menjadi salah satu lembaga pendidikan Islami kebanggaan masyarakat Aceh Tamiang khususnya serta Aceh umumnya.
Sumber : Medanbisnis
Adapun ke-11 santri tersebut adalah Ikhsan Maulan asal Kampung Suka Ramai Kecamatan Seruway, Abdul Salam (Kampung Teluk Kepayang Kecamatan Bendahara), M Ikil (Kota KualaSimpang), M Aulia Jihan (Kecamatan Rantau), M Adam (Kecamatan Seruway), M Ismail (Kecamatan Karang Baru), M Sholihin (Kampung Banai Kecamatan Karang Baru), Heriansyah Putra (Kampung Lubuk Batil Kecamatan Bendahara), M Yusuf (Kecamatan Karang Baru), Wahyu Arifin (Kampung Seumentok Kecamatan Karang Baru) dan Qamarullah (Kampung Sukarejo Kota Langsa).
Pimpinan Pesantren Sabilul Ulum Tgk HM Yahya Husein didamping Camat Manyak Payed Wan Irwansyah, Senin (9/5), mengatakan, pengiriman santri pada tahun 2016 ini merupakan angkatan ke-4, sementara di tahun 2014 sebanyak tiga santri sudah mengikuti pendidikan di Pesantren Sulaimaniyah.
"Pembinaan santri di Banda Aceh untuk lebih mematangkan kemampuan mereka sehingga lebih siap saat menimba ilmu di Turki," kata Yahya, seraya mengatakan pembinaan setidaknya selama satu tahun, tetapi jika telah mampu menguasai materi dalam kurun waktu tiga sampai enam bulan langsung diberangkatkan ke Turki.
Yahya menjelaskan, biaya pembinaan selama di Banda Aceh dan juga saat mengikuti pendidikan di Turki digratiskan, termasuk jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
"Proses seleksi langsung oleh Direktur Pesantren Sulaimaniah Abi Tadjuddin. Beliau langsung mengunjungi Pesantren Sabilul Ulum," terangnya.
Yahya mengharapkan adanya dukungan semua elemen masyarakat, Pemkab Aceh Tamiang dan Pemerintah Aceh baik materil maupun lainnya sehingga Pesantren Sabilul Ulum mampu menjadi salah satu lembaga pendidikan Islami kebanggaan masyarakat Aceh Tamiang khususnya serta Aceh umumnya.
Sumber : Medanbisnis

