Notification

×

Iklan

Iklan

Suasana Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Sederhana Namun Penuh Makna

Sabtu, 21 Maret 2026 | Maret 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-21T14:03:35Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
Salah seorang warga penghuni huntara, Salbiah (39), mengaku tetap bersyukur dapat merayakan lebaran meski dalam kondisi serba terbatas


Tamiang-News, KARANG BARU - Suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di kawasan hunian sementara (huntara) terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 


Di tengah keterbatasan pascabencana, ratusan warga penghuni Huntara II di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, tetap merayakan hari kemenangan dengan penuh khidmat dan kebersamaan, Sabtu (21/3/2026).



Sejak pagi hari, warga mulai memadati area sekitar Mesjid dan lapangan sederhana yang difungsikan sebagai tempat pelaksanaan salat Idul Fitri. Dengan mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah, meski fasilitas yang tersedia masih terbatas.



Kumandang takbir menggema di antara deretan bangunan huntara, menghadirkan suasana haru sekaligus hangat. Anak-anak terlihat ceria berlarian di sela-sela bangunan, sementara para orang tua saling bersalaman, mempererat tali silaturahmi yang menjadi inti perayaan Idul Fitri.



Salah seorang warga penghuni huntara, Salbiah (39), mengaku tetap bersyukur dapat merayakan lebaran meski dalam kondisi serba terbatas.



“Memang tidak seperti di rumah dulu, tapi kami tetap bahagia. Yang penting masih bisa berkumpul dan merayakan bersama,” ujarnya.



Hal senada disampaikan warga lainnya yang berharap kondisi segera pulih agar mereka dapat kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, semangat kebersamaan yang terbangun di lingkungan huntara menjadi kekuatan tersendiri bagi para penyintas untuk bangkit dari keterpurukan.



Di sisi lain, sejumlah relawan bersama pemerintah daerah turut hadir memberikan dukungan kepada warga. Bantuan berupa makanan siap saji dan kebutuhan pokok disalurkan guna membantu meringankan beban masyarakat. Kehadiran para relawan ini pun disambut hangat oleh warga, yang merasa diperhatikan di tengah situasi sulit.



Meski jauh dari kemewahan, perayaan Idul Fitri di huntara justru menghadirkan makna yang lebih mendalam. Nilai kebersamaan, rasa syukur, dan harapan menjadi warna utama yang menyelimuti hari raya tahun ini.



Hari Raya di huntara bukan sekadar perayaan, melainkan simbol keteguhan hati para penyintas untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan menuju masa depan yang lebih baik.[]TNW_001

×
Berita Terbaru Update