Notification

×

Iklan

Iklan

Pengajar di Tamiang Didominasi Guru Bakti

Senin, 02 Mei 2016 | Mei 02, 2016 WIB | 0 Views Last Updated 2017-10-29T09:20:07Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
TamiangNews.com, KARANG BARU - Ketua DPRK Aceh Tamiang Rusman mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan masih banyaknya kondisi sekolah yang fasilitasnya sangat memprihatikan. Bahkan tenaga pengajarnya masih didominasi guru berstatus tenaga bakti.

Salah satunya, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Patra Nusa Manyak Payed yang merupakan sekolah unggul di kabupaten itu, tenaga pengajarnya didominasi guru bakti, sementara guru PNS hanya tujuh orang serta dua orang PNS bagian tata usaha.

"Minimnya guru PNS di sekolah ini seharusnya menjadi perhatian serius dari Dinas Pendidikan Aceh Tamiang dan sangat ironis guru bakti bisa mencapai 30 orang," kata Rusman yang didampingi Ketua Komisi A DPRK Aceh Tamiang Ismail, Rabu (27/4) di sela kegiatan Pansus di SMAN Patra Nusa, Mayak Payed, dilanjutkan ke beberapa sekolah lain.

Sementara itu Ismail dalam pertemuan dengan Kepala SMAN Patra Nusa Junaidi beserta dewan guru juga mempertanyakan berkenaan adanya laporan masyarakat ke DPRK yang menyatkan pihak sekolah meminta biaya sekolah dengan jumlah yang sangat tinggi, terutama biaya makan dan biaya pendidikannya mencapai Rp 550.000.

Kepala SMAN2 Patra Nusa Junaidi kepada anggota dewan mengakui, pihaknya pernah meminta dan mengusulkan pengangkatan pegawai kontrak.

Tetapi informasi diperolehnya akan dikirimkan tenaga kontrak dari sekolah lainnya dan pengiriman itu belum juga ada.

" Sebaiknya guru bakti di sekolah ini diangkat sebagai pegawai kontrak, karena telah bekerja secara maksimal dalam meningkatkan mutu pendidikan SMAN Patra Nusa," katanya.

Lebih lanjut diakuinya, terkait biaya yang dibebankan kepada siswa sebesar Rp 550.000/bulan, merupakan pembiayaan dan belanja komite, yang dilaksanakan melalui rapat dan hasil kesepakatan komite sekolah.

"Untuk biaya makan tiap siswa Rp 300.000, uang sekolah Rp 250.000. Dari dana tersebut untuk membayar honor guru bakti," demikian Junaidi.

sumber : Medanbisnis
×
Berita Terbaru Update