TamiangNews.com, KUALASIMPANG - Aksi pembalakan liar masih marak terjadi dikawasan hutan terlarang di Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur..
Hal itu terlihat dari banyaknya balok yang keraqp dikeluarkan dan dipasarkan di Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang.
Hasil pantauan GoAceh selama dua hari di lintas DAS Kualasimpang - Tampur Paloh, Kamis dan Jumat (12-13/6/2016), ratusan batang balok belah yang diduga jenis kayu berkelas, kerap diambil melalui jalur sungai. Dimana rakit-rakit yang berisi kayu ditarik menggunakan perahu motor (Boat).
"Sehari menjelang hari meugang dan malam meugang ada beberapa rakit balok yang lewat dan dibawa dikilang kayu (sawmil) Kota Lintang untuk dijadikan papan.
Disetiap rakitnya ada kedapatan balok belah jenis kayu berkelas," ujar seorang warga Kualasimpang yang menyaksikan adanya rakit balok melintas di DAS Tamiang, Minggu (5/6/2016).
Lebih lanjut da mengatakan, jika balok-balok tersebut dijual kepada para cukong kayu di Kualasimpang.
"Modusnya kayu ukuran kecil berasal dari kayu kampung yang mereka bawa. Padahal banyak terdapat kayu kelas mahal yang mereka sisipkan diantara balok balok kecil," ujarnya.
Sumber : GoAceh
Hal itu terlihat dari banyaknya balok yang keraqp dikeluarkan dan dipasarkan di Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang.
Hasil pantauan GoAceh selama dua hari di lintas DAS Kualasimpang - Tampur Paloh, Kamis dan Jumat (12-13/6/2016), ratusan batang balok belah yang diduga jenis kayu berkelas, kerap diambil melalui jalur sungai. Dimana rakit-rakit yang berisi kayu ditarik menggunakan perahu motor (Boat).
"Sehari menjelang hari meugang dan malam meugang ada beberapa rakit balok yang lewat dan dibawa dikilang kayu (sawmil) Kota Lintang untuk dijadikan papan.
Disetiap rakitnya ada kedapatan balok belah jenis kayu berkelas," ujar seorang warga Kualasimpang yang menyaksikan adanya rakit balok melintas di DAS Tamiang, Minggu (5/6/2016).
Lebih lanjut da mengatakan, jika balok-balok tersebut dijual kepada para cukong kayu di Kualasimpang.
"Modusnya kayu ukuran kecil berasal dari kayu kampung yang mereka bawa. Padahal banyak terdapat kayu kelas mahal yang mereka sisipkan diantara balok balok kecil," ujarnya.
Sumber : GoAceh

