TamiangNews.com, KUALASIMPANG - Desa Tampur Paloh merupakan salah satu dari beberapa Desa terpencil dan terisolir di Aceh Timur. Di desa ini tidak ada fasilitas penerangan listrik, pun tidak ada sarana komunikasi.
Perjalanan menuju desa ini hanya bisa ditempuh melalui moda trasportasi sungai. Butuh waktu lima jam untuk mencapai desa ini dari Kota Kualasimpang, Ibukota Kabupaten Aceh Tamiang.
Menurut tokoh desa setempat, Desa Tampur Paloh merupakan desa tertua di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.
Namun kurangnya perhatian pemerintah daerah sejak puluhan tahun, membuat desa yang mayoritas penduduknya dihuni suku Gayo ini menjadi salah satu daerah tertinggal.
Karena itu, tak heran banyak penduduk di desa ini mengalami buta aksara. Beruntung, kini masalah ketertinggalan pendidikan warga di desa tersebut menjadi perhatian PT Pertamina EP Field Rantau.
Perusahaan pelat merah itu menjadikan Desa Tampur Paloh sebagai sasaran dalam program corporate social responsibility (CSR) perusahaan dalam kegiatan ‘Sikula Aneuk Nanggroe’.
"Kedatangan kita ke Desa Tampur Paloh ini berkaitan dengan kepedulian untuk mengembangkan pendidikan masyarakat di desa terpencil.
Kawasan yang minim fasilitas pendidikan,” kata Field Manager PT Pertamina EP Rantau, Richard Muthalib, Jumat (3/6/2016) di Tampur Paloh.
Pihaknya membangun gedung sekolah, membangun perpustakaan sekolah dan penambahan bangunan tiga ruang kelas baru SMP Swasta Merdeka.
“Selain juga kita laksanakan beberapa program pengembangan masyarakat lainnya," ujar Richard Muthalib.
Ke depan, katanya, Pertamina EP Field Rantau, juga akan memfasilitasi Desa Tampur Paloh dengan listrik. "Bulkan hanya masalah pendidikan saja, tetapi kita akan berbuat maksimal untuk Desa Tampur Paloh. Ke depan desa ini akan memiliki listrik yang diciptakan dari pohon kedondong pagar.
Jadi kami akan menanam pohon energi, merapikan balai sekolah SMP Swasta Merdeka dan sejumlah perogram lainnya," ujar Richard.
Sumber : GoAceh
Perjalanan menuju desa ini hanya bisa ditempuh melalui moda trasportasi sungai. Butuh waktu lima jam untuk mencapai desa ini dari Kota Kualasimpang, Ibukota Kabupaten Aceh Tamiang.
Menurut tokoh desa setempat, Desa Tampur Paloh merupakan desa tertua di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.
Namun kurangnya perhatian pemerintah daerah sejak puluhan tahun, membuat desa yang mayoritas penduduknya dihuni suku Gayo ini menjadi salah satu daerah tertinggal.
Karena itu, tak heran banyak penduduk di desa ini mengalami buta aksara. Beruntung, kini masalah ketertinggalan pendidikan warga di desa tersebut menjadi perhatian PT Pertamina EP Field Rantau.
Perusahaan pelat merah itu menjadikan Desa Tampur Paloh sebagai sasaran dalam program corporate social responsibility (CSR) perusahaan dalam kegiatan ‘Sikula Aneuk Nanggroe’.
"Kedatangan kita ke Desa Tampur Paloh ini berkaitan dengan kepedulian untuk mengembangkan pendidikan masyarakat di desa terpencil.
Kawasan yang minim fasilitas pendidikan,” kata Field Manager PT Pertamina EP Rantau, Richard Muthalib, Jumat (3/6/2016) di Tampur Paloh.
Pihaknya membangun gedung sekolah, membangun perpustakaan sekolah dan penambahan bangunan tiga ruang kelas baru SMP Swasta Merdeka.
“Selain juga kita laksanakan beberapa program pengembangan masyarakat lainnya," ujar Richard Muthalib.
Ke depan, katanya, Pertamina EP Field Rantau, juga akan memfasilitasi Desa Tampur Paloh dengan listrik. "Bulkan hanya masalah pendidikan saja, tetapi kita akan berbuat maksimal untuk Desa Tampur Paloh. Ke depan desa ini akan memiliki listrik yang diciptakan dari pohon kedondong pagar.
Jadi kami akan menanam pohon energi, merapikan balai sekolah SMP Swasta Merdeka dan sejumlah perogram lainnya," ujar Richard.
Sumber : GoAceh

