TamiangNews.com, BANDA MULIA -- Dua bocah remaja kakak beradik dari Nias (Sumut) resmi memeluk Islam di kediaman Bustaman Tokoh masyarakat Kampung Matang Speng Kecamatan Banda Mulia Kabupaten Aceh Tamiang, sekira pukul 08:00 WIB, Selasa (9/8).
Dua bocah remaja Kristen tersebut bernama Winda Maria Ndruru (20) Sedangkan adiknya bernama Demon Satria Ndruru (17). Setelah memeluk Islam keduanya diganti nama menjadi Siti Fatimah dan Abdul Aziz.
Informasi dihimpun, prosesi pensyahadatan dipimpin Tgk. Zulkarnaen selaku Tokoh Agama kecamatan setempat dan disaksikan oleh Ketua Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Teuming, M. Yusuf Jali, Datok Penghulu Hanafiah serta Iman Kampung Tgk. Azemir serta beberapa tokoh masyarakat setempat.
“Sebelumnya mereka memeluk Kristen, Alhamdulillah, sekarang sudah memeluk agama Islam dan telah menjadi saudara kita seiman dan seagama. Sebuah kebesaran Allah yang telah melimpahkan rahmat dan pentunjuk-Nya,” jelas Bustaman yang akrab disapa Tok Bus.
Menurut Bustaman , kedua mualaf itu sebelumnya tinggal di Nias ikut dengan keluarga ayahnya yang pisah dengan Ibunya. Kemudian mereka pulang ke Aceh menjumpai Ibunya yang menikah dengan warga Kampung Tengku Tinggi Kecamatan Bendahara.
“Untuk sementara mereka ikut dengan Ibunya, Kami meminta agar mereka dapat tinggal bersama kami. Alasannya, agar kedua mualaf ini dapat mengikuti pengajian yang kami laksanakan dua kali dalam seminggu. Tapi semua itu juga tergantung pada mereka, setidaknya mereka dapat pembekalan dan ilmu islam secara sempurna" jelas Tok Bus. [] saiful alam
Dua bocah remaja Kristen tersebut bernama Winda Maria Ndruru (20) Sedangkan adiknya bernama Demon Satria Ndruru (17). Setelah memeluk Islam keduanya diganti nama menjadi Siti Fatimah dan Abdul Aziz.
Informasi dihimpun, prosesi pensyahadatan dipimpin Tgk. Zulkarnaen selaku Tokoh Agama kecamatan setempat dan disaksikan oleh Ketua Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Teuming, M. Yusuf Jali, Datok Penghulu Hanafiah serta Iman Kampung Tgk. Azemir serta beberapa tokoh masyarakat setempat.
“Sebelumnya mereka memeluk Kristen, Alhamdulillah, sekarang sudah memeluk agama Islam dan telah menjadi saudara kita seiman dan seagama. Sebuah kebesaran Allah yang telah melimpahkan rahmat dan pentunjuk-Nya,” jelas Bustaman yang akrab disapa Tok Bus.
Menurut Bustaman , kedua mualaf itu sebelumnya tinggal di Nias ikut dengan keluarga ayahnya yang pisah dengan Ibunya. Kemudian mereka pulang ke Aceh menjumpai Ibunya yang menikah dengan warga Kampung Tengku Tinggi Kecamatan Bendahara.
“Untuk sementara mereka ikut dengan Ibunya, Kami meminta agar mereka dapat tinggal bersama kami. Alasannya, agar kedua mualaf ini dapat mengikuti pengajian yang kami laksanakan dua kali dalam seminggu. Tapi semua itu juga tergantung pada mereka, setidaknya mereka dapat pembekalan dan ilmu islam secara sempurna" jelas Tok Bus. [] saiful alam

