Notification

×

Iklan

Iklan

Aryos Nivada : Perpindahan PAN ke Tarmizi Karim Disebabkan Tekanan Elit Nasional

Jumat, 30 September 2016 | September 30, 2016 WIB | 0 Views Last Updated 2017-10-29T09:20:26Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada melaui pers rilis yang diterima TamiangNews.com, Jum'at (20/9) mengungkapkan perpindahan usungan Partai Amanat Nasional (PAN) tidak menyalahi aturan, karena usungan ke Muzakir Manaf belum menyerahkan SK keputusan DPP. Hal ini dibuktikan ketika pendaftaran tidak menyerahkan dan tandatangan dalan surat usungan ke Muzakir Manaf.

Kalau kita cermati sikap Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang memutuskan usungan dilihat publik cenderung offside. Faktanya awalnya mengusung Ahmad Farhan Hamid lalu berpindah ke Muzakir Manaf, dan sekarang perpindah lagi ke Tarmizi Karim.

Menurut Aryos Nivada yang juga Peneliti Jaringan Survey Inisiatif, perpindahan PAN ke Tarmizi Karim lebih disebabkan tekanan politik di elit nasional terlalu kuat, sehingga membuat ketua PAN tidak sanggup lagi menahan badan.

Sikap inkonsistensi PAN dalam mengusung membuat dampak perpecahan di internal PAN sendiri. Tidak sebatas itu saja efeknya tidak menurut peluang akan ketua umum PAN akan mengeluarkan pernyataan sikap untuk internal DPW PAN secara tegas dan ada efek jerah.

Sehingga kerja-kerja politik dalam memenangkan Tarmizi Karim tidak all out dilakukan kader PAN.

Kalau ditinjau keuntungan PAN merapat ke Tarmizi Karim dilihat dari akses kekuasaan eksekutif yang dimenangkan PAN pada Pilkada 2012 yang lalu.

Namun itu tidak berdampak, karena setiap kandidat PAN di kabupaten/kota akan bekerja sendiri memenangkan dirinya sendiri.

Bisa jadi gerbong milik Tarmizi Karim tapi isi gerbong akan banyak berkurang lari ke Muzakir Manaf.

Lebih lanjut Penulis buku Wajah Politik dan Keamanan Aceh ini menjelaskan, secara hitung-hitungan di atas kertas koalisi partai pengusung Tarmizi karim besar berjumlah 31 kursi. Itu pun dengan catatan partai pengusung tidak bermasalah. Akan tetapi harus diingat, bahwa dukungan partai tidak berbanding lurus dengan dukungan pemilih, karena yang dilihat pengaruh figur dan kemampuan meyakinkan melalui strategi politik.

Peluang personal Tarmizi Karim bisa menang jika pertama urusan masalah di partai pengusung mampu diselesaikan. Kedua dikuatkan mesin pemenangan, ketiga logistik finansial harus kuat jangan terkesan pelit. Keempat harus lihat memampu mengkoordinir koalisi besar partai pengusung.

Jika itu semua tidak mampu dilakukukan maka kegagalan di Pilkada berpeluang sangat besar terjadi, terang Aryos Nivada. [] Red-TN
×
Berita Terbaru Update