TamiangNews.com, KARANG BARU - Siswa dari 17 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Aceh, Kamis (29/9), mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) untuk cabang lomba membuat gambar bangunan tiga dimensi.
Juara lomba ini, nantinya akan mewakili Aceh dalam lomba yang sama di tingkat nasional. Lomba ini digelar di laboratorium gambar bangunan SMKN 2 Karang Baru, Aceh Tamiang.
Dalam lomba ini, masing-masing sekolah mengirimkan satu orang peserta, mereka diberi materi ujian berupa gambar bangunan rumah, oleh tim juri yang diketuai Zulkarnain Is ST dari Lembaga Arsitektur Bina Madani, Drs Singgih Setyo Hadi MT dari P4TK Boe Malang, M Fajar Rahman ST dari Lala Konsultan. Siswa kemudian diminta mengembangkan gambar tersebut menjadi gambar detail.
“Melalui lomba ini diharapkan bisa memotivasi siswa agar mampu menerjemahkan sketsa perancangan arsitektur, menjadi gambar kerja dan gambar tiga dimensi.
Sehingga dapat digunakan untuk memberi penjelasan yang komunikatif bagi klien dan pelaksana, sesuai dengan standar dan kaedah yang berlaku dalam pelaksanaan proyek konstruksi,” kata Ketua tim juri, Zulkarnain.
Dalam lomba ini, tim juri akan menilai denah rumah, tampak, potongan, detail konstruksi kuda-kuda, dan sambungan kuda-kuda, perspektif tiga dimensi, interior dan eksterior. Peserta diberi waktu dua hari untuk menyelesaikan gambar. [] Serambinews
Juara lomba ini, nantinya akan mewakili Aceh dalam lomba yang sama di tingkat nasional. Lomba ini digelar di laboratorium gambar bangunan SMKN 2 Karang Baru, Aceh Tamiang.
Dalam lomba ini, masing-masing sekolah mengirimkan satu orang peserta, mereka diberi materi ujian berupa gambar bangunan rumah, oleh tim juri yang diketuai Zulkarnain Is ST dari Lembaga Arsitektur Bina Madani, Drs Singgih Setyo Hadi MT dari P4TK Boe Malang, M Fajar Rahman ST dari Lala Konsultan. Siswa kemudian diminta mengembangkan gambar tersebut menjadi gambar detail.
“Melalui lomba ini diharapkan bisa memotivasi siswa agar mampu menerjemahkan sketsa perancangan arsitektur, menjadi gambar kerja dan gambar tiga dimensi.
Sehingga dapat digunakan untuk memberi penjelasan yang komunikatif bagi klien dan pelaksana, sesuai dengan standar dan kaedah yang berlaku dalam pelaksanaan proyek konstruksi,” kata Ketua tim juri, Zulkarnain.
Dalam lomba ini, tim juri akan menilai denah rumah, tampak, potongan, detail konstruksi kuda-kuda, dan sambungan kuda-kuda, perspektif tiga dimensi, interior dan eksterior. Peserta diberi waktu dua hari untuk menyelesaikan gambar. [] Serambinews

