TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Dalam sebuah paradigma demokrasi, politik adalah suatu upaya atau seni untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non konstitusional.Namun dilihat dari sudut pandang berbeda politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles).
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Aceh Tamiang, Farhan Syamsuddin (foto) yang dijumpai awak media PolitikAceh.com, di Dhapu Kupi Sp.Surabaya Banda Aceh Mengatakan, “menjelang PILKADA Aceh 2017 masyarakat Aceh sedang mempraktikan demokrasi, jadi suatu kewajaran apabila ada penyimpangan dari pembelajaran tersebut”.
“Namun menjadi suatu kewajiban bagi mereka yang mengerti tentang praktik politik sehat untuk diarahkan dan diaplikasikan pada publik. “Bukannya malah ia yang membuat salah', tandasnya.
Farhan juga menambahkan, “Partai Aceh didirikan untuk usaha mewujudkan kesejahteraan rakyat dan perdamaian maka dari hal tersebut pasangan calon Bupati Aceh Tamiang Ir Rusman – H T Yusni sangat siap dalam membawa perubahan di Aceh Tamiang”.
“Dan di lihat dari ruang lingkup yang luas Mualem – TA sebagai paslon Gub Wagub juga sangat siap membawa amanah rakyat untuk perwujudan perdamaian dan kesejahteraan rakyat Aceh”, tegas Farhan.
“Mari Kita Kedepankan sikap politik santun yang didasari budi pekerti luhur dan tidak menghalalkan segala cara. Gunakan politik untuk kesejahteraan rakyat dan kedamaian. Karna makmurnya suatu negeri jika rakyat didalamnya sudah makmur”, pinta Farhan.
“Dalam kondisi mendesak itulah, politik tidak lagi sekadar sesuatu yang Ideal-Utopis, yang enak dikunyah-kunyah, tetapi sesuatu yang harus diaktualkan. Politik pun menjadi seni mengelola berbagai kemungkinan. Sisi positif pragmatisme dibenarkan, bahkan harus dilakukan sebagai pilihan alternatif, sebab selain dilandasi ideologi demi kepentingan umum, juga dalam konteks kepentingan praktisnya. Dialektika perpolitikan yang ideal dan yang riil, yang suci dan bukan sekadar berebut kepentingan, perlu dikembangkan secara santun dan dengan tahap tahapan yang telah matang, karna semua ini demi kepentingan masyarakat luas, bukan sekedar pribadi maupun kelompok. Itulah dinamika politik”, ujarnya. [] Politikaceh
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Aceh Tamiang, Farhan Syamsuddin (foto) yang dijumpai awak media PolitikAceh.com, di Dhapu Kupi Sp.Surabaya Banda Aceh Mengatakan, “menjelang PILKADA Aceh 2017 masyarakat Aceh sedang mempraktikan demokrasi, jadi suatu kewajaran apabila ada penyimpangan dari pembelajaran tersebut”.
“Namun menjadi suatu kewajiban bagi mereka yang mengerti tentang praktik politik sehat untuk diarahkan dan diaplikasikan pada publik. “Bukannya malah ia yang membuat salah', tandasnya.
Farhan juga menambahkan, “Partai Aceh didirikan untuk usaha mewujudkan kesejahteraan rakyat dan perdamaian maka dari hal tersebut pasangan calon Bupati Aceh Tamiang Ir Rusman – H T Yusni sangat siap dalam membawa perubahan di Aceh Tamiang”.
“Dan di lihat dari ruang lingkup yang luas Mualem – TA sebagai paslon Gub Wagub juga sangat siap membawa amanah rakyat untuk perwujudan perdamaian dan kesejahteraan rakyat Aceh”, tegas Farhan.
“Mari Kita Kedepankan sikap politik santun yang didasari budi pekerti luhur dan tidak menghalalkan segala cara. Gunakan politik untuk kesejahteraan rakyat dan kedamaian. Karna makmurnya suatu negeri jika rakyat didalamnya sudah makmur”, pinta Farhan.
“Dalam kondisi mendesak itulah, politik tidak lagi sekadar sesuatu yang Ideal-Utopis, yang enak dikunyah-kunyah, tetapi sesuatu yang harus diaktualkan. Politik pun menjadi seni mengelola berbagai kemungkinan. Sisi positif pragmatisme dibenarkan, bahkan harus dilakukan sebagai pilihan alternatif, sebab selain dilandasi ideologi demi kepentingan umum, juga dalam konteks kepentingan praktisnya. Dialektika perpolitikan yang ideal dan yang riil, yang suci dan bukan sekadar berebut kepentingan, perlu dikembangkan secara santun dan dengan tahap tahapan yang telah matang, karna semua ini demi kepentingan masyarakat luas, bukan sekedar pribadi maupun kelompok. Itulah dinamika politik”, ujarnya. [] Politikaceh

