Hal ini disampaikan Mustaqim Anggota Badan Anggaran (Banggar) yang juga ketua Fraksi Partai Aceh melalui WhatsApp (WA) yang mengatakan, "pembahasan anggaran perubahan karena defisit hampir 10 milyar sehingga belum dapat dicarikan solusinya, bukan karena masalah hutang, tapi masalah kekurangan uang untuk menutupi anggaran Alokasi Dana Desa (ADD), dan uang makan minum Pegawai Negeri Sipil (PNS)".
Lanjut Mustaqim, Banggar tidak akan mungkin mengorbankan seperti Alokasi Dana Desa misalnya, karena itu memang kewajiban yang harus dipenuhi, sehingga Banggar akan kembali duduk dengan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) untuk mencari solusi dan ada kemungkinan solusi lain nantinya yang akan diambil.
"Intinya harus duduk kembali dengan TAPK, apabila perlu dengan Bupati, untuk membahas masalah defisit", tutup Mustaqim.
Informasi yang dihimpun TamiangNews.com, kedua elemen penting ini baik TAPK dan Banggar direncanakan hari senin (16/10) akan duduk kembali untuk mencari solusi menyangkut masalah ini. [] TN-W012

