Notification

×

Iklan

Iklan

Manusia dan Virus Corona, Lebih Kejam Mana?

Jumat, 10 April 2020 | April 10, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-04-10T04:27:33Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
Indonesia sedang dirundung pilu, kekhawatiran dimana-mana akibat munculmya virus Corona atau covid-19 yang mempunyai dampak sangat besar terhadap kehidupan umat manusia dipenjuru pelosok dunia terutama Indonesia. Pandemi corona telah secara nyata membuat dunia lumpuh.

Foto : Ayu Anggraeni Nugraha mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Bertambahnya korban jiwa dari hari ke hari pandemi corona terus menggerayangi ke segala penjuru dunia dan membuat keadaan masyarakat Indonesia semakin tidak terkontrol.

Dampak sangat besar tersebut dapat dilihat pada kondisi diberbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, pemerintah, aktifitas sosial dan lain-lain. Sampai detik ini (27/03/2020) tercatat pasien penderita di Indonesia mencapai 579 positif, 30 sembuh dan 49 meninggal dunia.

Pada fenomena corona atau covid-19 yakni fenomena yang menggemparkan jagat dunia, bagaimana tidak? Kurang dari sebulan korban bisa mencapai jumlah ribuan. Indonesia yakni sebagai salah satunya dari berbagai negara yang terkena imbas virus ini, meskipun membawa dampak kepada kesehatan masyarakat juga membawa dampak kepada semua sektor ekonomi, pemerintah serta pendidikan.

Beragam kebijakan misalnya dibuat secara cepat oleh pemerintah agar dampak pandemi corona tidak terlalu menghasilkan banyak dampak negatif bagi masyarakat. Salah satunya  dalam sektor pendidikan jika kita lihat dari fasilitas sebelum dan sesudah munculnya covid-19 terutama di sekolah jenjang dasar,pertama dan atas. Selain itu juga dikampus-kampus besar baik negeri maupun swasta di Indonesia.

Seperti yang sudah kita ketahui, imbas corona terhadap pendidikan di Indonesia dan di banyak negara lain adalah dengan meliburkan kegiatan tatap muka di sekolah selama dua minggu atau lebih dari itu.

Hal ini merupakan bentuk social distancing yaitu upaya untuk membatasi interaksi sosial guna mencegah penyebaran virus. Sebagian kecil saja kampus yang peduli akan kesehatan, munculnya virus ini berbagai fasilitas dikampus menjadi lengkap dan lebih memadai.

Selain fasilitas, fenomena yang tidak kalah menariknya menjadi sorotan adalah di liburkannya kegiatan di sekolah-sekolah dari tingkat perguruan tinggi sampai rendah, kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui media online (daring). Hal ini tentunya sesuatu yang sangat awam bagi kita yang dimana biasanya belajar dengan bertatap muka secara langsung dengan pengajar atau guru, namun kali ini berbeda hanya melihat melalui layar laptop atau handphone.

Atas dasar itulah kegiatan belajar mengajar di Indonesia kini beralih menjadi pembelajaran online atau kini sering disebut daring, namun, seperti banyak implementasi pendidikan dalam hal lainnya, berkaitan dengan pembelajaran daring pun pada pelaksanaannya masih banyak memiliki kekurangan, sehingga yang terjadi adalah bias implementasi pembelajaran.

Pembelajaran daring banyak sekali keluhan yang ditemukan dalam prosesnya, hal yang paling mencolok yakni pada bentuk pembelajaran yang semestinya sharing informasi antara guru dan siswa atau dosen degan mahasiswa, kini berubah menjadi pembelajaran dengan kirim tugas, tugas dan tugas saja.

Tentu tidak semua terjebak dalam situasi keliru itu, kita pun patut bersyukur karena masih ada beberapa guru dan dosen yang mampu melakukan pembelajaran daring tanpa meniggalkan esensi dari pembelajaran itu sendiri yaitu dialog.

Bagaimanapun bentuk pembelajarannya, kalau kita memahami konsep pembelajaran yang paling fundamental yaitu dialog, maka unsur tersebutlah yang akan terus menjadi fokus utama dalam pembelajaran, bukan semata-mata guru atau dosen hanya memberi tugas lalu siswa dan mahasiswa sekedar menyetor tugas.

Jelas pembelajaran ini telah sedikit mereduksi esensi dari pendidikan itu sendiri dengan berjalan pada gaya pembelajaran yang monolog. Lebih baik siswa atau mahasiswa lebih dikenalkan apa itu corona, bagaimana mencegahnya, dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam sektor ekonomi sejak munculnya penyebaran covid-19 di Indonesia yang sangat perlu segera dipikirkan dan di tindaklanjuti guna menguatkan produktifitas dalam berbagai sektor kehidupan, seperti di sektor ekonomi yang tergolong dalam aspek ekonomi yaitu dibidang pangan, dimana pemerintah telah melakukan kebijakan secara politis untuk lebih memilih ketahanan pangan dibandingkan kedaulatan pangan, apalagi pintu impor pangan yang dibuka lebar.

Dalam krisis yang terjadi saat ini akibat covid-19, langkah yang seharusnya dilakukan yakni mulai berhenti mengimpor bahan pangan dari luar, dan lebih memproduksi pangan dalam negeri sendiri.

Hal ini sangat membantu bagi para petani untuk menciptakan hasil pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, jika pemerintah masih saja mengimpor bahan pangan akan memiliki dampak merugikan bagi masyarakat sendiri.

Ketika harga itu naik yang terkena efeknya pun adalah para petani dan masyarakat yang kalangan bawah dimana daya beli mereka semakin turun dan hasil produksi mereka pun tidak laku di pasaran.

Sebagai penutup, dalam masalah ekonomi sekarang ini di manfaatkan oleh para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dimana mereka hanya menjual kebutuhan dasar dengan harga yang lebih mahal, seperti harga masker contohnya yang sangat berkali lipat lebih mahal dari harga yang semula. Bagaiama dapat menjaga kesehatan kalau hanya kebutuhan dasar saja harganya tidak terjangkau. Semua kebutuhan dasar diborong oleh orang-orang kalangan atas tanpa sedikit pun memikirkan nasib orang lain terutama masyarakat yang kalangan bawah.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang kalangan bawah? Hanya bisa terdiam, menangis dan kelaparan? Hanya karena perilaku segelintir manusia yang kurang etis, mereka seperti tidak diberi kesempatan untuk membeli kebutuhan dasar karena ketersediaan stok yang semakin menipis meskipun ada yang sudah sampai habis karena diborong.

Semoga dengan adanya fenomena ini perilaku etis masyarakat dapat lebih meningkat dan saling berintropeksi diri.

Pengirim :
Ayu Anggraeni Nugraha
Mahasiwi Universitas Muhammadiyah Malang 
Email : ayunugrahaa03@gmail.com
×
Berita Terbaru Update