Notification

×

Iklan

Iklan

Remaja yang Hilang di Pantai Pulau Rukui Hingga Kini Belum Ditemukan

Rabu, 10 Juni 2020 | Juni 10, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-06-10T03:37:48Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
TamiangNews.com, ALUR NUNANG -- Satu kapal nelayan milik masyarakat yang tinggal di sekitar Pulau Rukui, Ace Tamiang, ikut membantu pencarian Arya Pratama (17).

Foto : Ilustrasi
Arya Pratama adalah remaja yang hilang terseret ombak di pantai pulau itu, kemarin Minggu (7/6/2020) dan belum ditemukan hingga kini. 

Keterlibatan nelayan ini dipastikan atas inisiatif sendiri karena merasa prihatin atas nasib korban yang masih  pelajar itu.

“Saat ini kami mengaktifkan dua perahu karet untuk mencari korban, tapi ada bantuan satu kapal nelayan yang sejak pagi ikut terlibat dalam operasi,” kata Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Khairul, Senin (8/6/2020).

Khairul mengatakan pihaknya tidak bisa melarang insiatif warga untuk membantu pencarian.

Namun dia mengingatkan agar masyarakat tetap menaati arahan petugas dan mengutamakan keselamatan.

“Jangan memaksakan diri bila itu justru mengancam keselamatan,” pesannya.

Operasi hari kedua ini melibatkan tim yang lebih besar dan radius diperluas hingga dua kilometer.

Tapi menjelang sore, pencarian belum menemukan hasil

“Untuk kendala berarti tidak ada, kecuali ombak yang masih tinggi,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Arya Pratama (17) warga Kotalintang Bawah, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang dilaporkan hilang. 

Remaja ini hilang terseret arus di Pantai Rukui, Kecamatan Bandamulia, Aceh Tamiang, Minggu (7/6/2020).

Insiden ini terjadi ketika korban bersama tiga rekannya mencoba menyeberangi pantai untuk menuju sebuah pulau kecil di pantai itu.

“Arus ketika itu terbilang tinggi, sehingga korban langsung terseret ombak sebelum mencapai pulau itu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang Syahri melalui Kabid Pencegah, Kesiapsiagaan dan Kebakaran, Muhammad Husni.

Husni menjelaskan ketika itu seorang rekan korban sempat mencoba menolong dengan berenang.

Namun upaya korban tidak membuahkan hasil akibat kencangnya arus menyeret tubuh korban.

“Temannya itu juga hampir hanyut karena kelelahan, sekarang ini dia dirawat di Puskesmas,” lanjut Husni.

Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Khairul menambahkan pencarian korban langsung dilakukan dengan mengerahkan satu tim ke lokasi kejadian.

Namun operasi ini tidak berlangsug lama karena perjuangan petugas terkendala cuaca yang mulai gelap.

“Selain gelap, ombak juga sedang tinggi-tingginya,” uja Boy, sapaan Khairul.

Dia memastikan pencarian akan dilanjutkan Senin (8/6/2020) dengan melibatkan personel lebih besar.

“Besok Pos SAR Langsa akan turun membantu dan kita juga didukung empat perahu karet,” tukas Boy. [] TRIBUNNEWS

×
Berita Terbaru Update