TamiangNews.com -- Artikel ini akan membahas pemikiran - pemikiran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengenai teologi islam. Gus Dur mendambakan Agama Islam yang sebenarnya yakni agama Islam yang damai, ramah serta percaya atau yakin terhadap agama yang dianut masing- masing individu. Sebab keberagaman merupakan hal yang mutlak terjadi di dunia ini. Gus Dur mengharapkan bahwa manusia dalam memahami konteks keislaman sesuai dengan Negara masing masing.
Meskipun kita mengetahui bahwa agama Islam berawal dari Arab.
Islam merupakan agama yang lurus dan murni berasal dari Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW agar disampaikan kepada umatnya.
Adapun fungsi agama sendiri yakni membentuk serta menentukan gaya pemikiran, membentuk peran-peran serta perlindungan sosial masyarakat. namun dalam beragama pasti memunculkan berbagai konflik yang kurang menemukan kesimpulan yang mutlak.
Agama merupakan hasil kebudayaan sejak zaman Rosulullah hingga sampai saat ini. Selain itu kebiasaan memakai hijab sudah ada sejak zaman dahulu di semenanjung jazirah Arab hingga kini timbul berbagai desain hijab yang kekinian.
Agama Islam terdiri dari berbagai macam sesuai daerah yang disebarkannya di Indonesia. Agama Islam dinilai sebagai agama yang paling diminati banyak orang sebab bersifat fleksibel.
Dalam praktiknya beragama terjadi timbal balik antara agama dan manusia sehingga menghasilkan cerminan agama. Islam timbul berbagai macam aliran dalam penyampaiannya. Berawal dari adanya perang shiffin antara golongan Ali dan Muawiyah dalam memperebutkan kekuasaan.
Dalam perebutan tersebut menjalar hingga persoalan teologi ataupun agama. Dimana tiap golongan tersebut saling mengkafirkan. kemudian dalam perang tersebut muncul aliran dengan berbagai dasar dasar hukum yang di aanutnya.
Dari perang shiffin tersebut muncul berbagai ulama fikih dengan berbagai penafsiran. Sehingga dalam menafsirkan teks keagamaan baanyak perbedaan. Kemudian seiring berjalannya waktu agama mengalami berbagai perubahan. Dimana dalam beragama, islam memaksa agar ulama menafssirkan keagamaan sesuai konteks masyarakat yang dinaamis. Dimana agama berfungsi juga sebagai pembimbing manusia ke jalan yang benar.
Abdurrahman Wahid muncul sebagai ulama di Indonesia sekaligus pemikir teolog Islam. Beliau merupakan tokoh penyeimbang kekuatan dan menjaga kemandirian Negara. Selain itu beliau juga agamawan yang memiliki pola pemikiran liberal yang tak terkalahkan. Karena pemikiran keislaman Abdurrahman wahid diperoleh dari dunia pesantren serta pencarian ilmu beliau sampai ke Timur Tengah. Dari proses tersebut menghasilkan pemikiran yang bercorak liberal dan berfilsafat humanisme. Rasa humanisme beliau diperoleh dari guru yang telah mendidik beliau.
Pemikiran- pemikiran Gus dur banyak terlihat pada berbagai essay yang beliau tulis di berbagai media massa Jakarta dan berbagai buku hasil karyanya. Sehingga corak pemikiran liberal semakin terasa. Contoh dalam buku pribumisasi islam, pluralisme dan menjunjung demokrasi. Beliau sangat memperhatikan kebebasan individu. Meskipun dalam praktiknya gus dur mendapat berbagai dukungan dan penolakan. Dalam pengambilan keputusan Abdurrahman Wahid mengambil rujukan pada Al- Quran, hadist dan ijtihad kontekstual masa kini.
Adapun inti dari pemikiran beliau ialah :
a) Membangun kehidupan masyarakat yang beragam dengan menghargai perbedaan.
b) Mencegah paham radikal yang mendukung kekerasan dengan cara menjunjung tinggi demokrasi pluralisme, inklusif, dan humanisme.
c) Membuka ruang dialog dengan mengedepankan kebebasan berpendapat serta membangun struktur sosial yang toleran.
Dari inti diatas, maka dapat diketahui bahwa pemikiran Gus dur bercorak Neo-modernisme, dimana menempatkan agama sebagai pelengkap dalam kehidupan sosial dan politik. Cara berfikir Gus Dur terkadang dianggap nyleneh. Namun sikap tersebut bertujuan menegakkan islam yang toleran serta membela hak minoritas. Hal tersebut dilakukan agar terwujudnya islam yang liberal yaitu santun,ramah serta toleransi yang tinggi.
Sebagai generasi penerus kita hendaknya memperhatikan berbagai tantangan ilmu kalam yang terjadi pada masa sekarang ini. Tantangan tersebut yaitu kebanyakan ilmu kalam hanya sekedar narasi pemikiran tokoh tertentu sehingga dibutuhkan pembaharuan lagi, sebagian umat anti terhadap dunia barat, terlalu fanatik ketika menafsirkan ilmu kalam, dan maraknya ideologi islam yang muncul.
Selain memperhatikan hal tersebut, kita juga harus melakukan perombakan atau pembaharuan. Dimana ilmu kalam dinilai sangat penting, sebab berisi memperkenalkan sudut pandang ketuhanan. Ilmu kalam dikembangkan melalui kajian berbagai tema guna pemantapan akidah keislaman seseorang. Ilmu kalam juga harus terbuka dan mau menerima kritik. Ilmu kalam diharapkan berkembang integrasi dan memiliki koneksi terhadap ilmu lain sehingga berkembang memiliki kajian tertentu. ***

