Notification

×

Iklan

Iklan

Siswa Jenuh Covid -19 Masih Mewabah

Jumat, 24 Desember 2021 | Desember 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-24T09:48:42Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik

Ella Juairiyah Semester 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Tangerang

TamiangNews.com -- Berdasarkan informasi dalam liputan6.com, Pandemi Covid-19 mengakibatkan krisis di berbagai negara di dunia. Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama resmi baru untuk virus corona yakni Covid-19. 



(gambar ini di ambil dari sumber haibunda dan orator.id)


Hingga saat ini pelajar siswa dan siswi masih banyak yang sekolah secara daring. Terutama siswa yang masih duduk di bangku SD tidak hanya siswa yang jenuh tetapi wali murid juga sangat jenuh dengan sekolah daring ini. Akibatnya mereka harus membagi waktu untuk membimbing anaknya belajar secara daring, belum lagi yang orang tua nya bekerja. Sebagai orang tua pasti khawatir karena anaknya tidak ada yang membimbing dengan adanya belajar secara daring ini, mau tidak mau sebagai orang tua harus memberikan bimbingan khusus seperti meminta guru privat atau les untuk anak nya agar ada yang membimbing nya belajar. Mereka sudah sangat jenuh lalu bosan. Kurang lebih dalam waktu 2 tahun ini mereka tidak merasakan sekolah seperti dulu lagi yang datang ke sekolah mengikuti pelajaran di ruang kelas pada umumnya. Sekarang mereka hanya bisa menunggu tugas yang diberikan oleh ibu atau bapak guru melalui handphone.

Tetapi sampai sejauh ini, sudah ada beberapa sekolah yang mulai pembelajaran tatap muka secara langsung dengan syarat wali murid harus sudah di vaksin minimal dosis 1. Barulah siswa bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Walaupun tidak setiap hari, hanya seminggu sekali ada juga yang per kelas di bagi dua sesi, misal seperti seminggu sesi 1 absen 1-15 lalu yang sesi kedua nya absen 16-30 mereka akan bergilir di setiap minggu nya untuk mengurangi kerumunan di sekolah maka dari itu setiap sekolah mulai pembelajaran tatap muka secara bertahap.


Para siswa juga diharapkan mematuhi protokol kesehatan dengan baik dan benar, agar virus covid-19 ini cepat berlalu dan semuanya akan normal seperti dulu kala yang bebas mau berpergian kemana pun tidak memakai masker ataupun menjaga jarak satu sama lain seperti sekarang ini. Lalu semua siswa juga diharapakan membawa handsenitizer. Pihak sekolah pun menganjurkan kepada wali murid untuk membekali putra putrinya agar tidak membeli makanan di luar atau pun di kantin. Lalu tidak memberikan uang jajan kepada anaknya agar mengurangi kerumunan juga, dan lebih baik anak anak membawa bekal dari rumah yang sudah pasti sehat, higenis.


Para wali murid diharapakan untuk bersabar dengan adanya covid-19 ini. Dikarenakan anak anak juga butuh bimbingan di setiap hari nya. Semoga dengan di adakan nya pembelajaran tatap muka secara bertahap ini para wali murid bisa diajak bekerja sama agar selalu antar jemput anak nya tepat waktu untuk mengurangi kerumunan juga pasti nya.


"Saya sebagai wali murid kelas 4 sangat senang sekali dengan di adakan nya pembelajaran tatap muka ini walaupun hanya seminggu sekali tetapi itu bisa mengurangi kejenuhan anak saya terhadap belajar. Ia merasa lebih senang dan bersemangat ketika belajar tatap muka secara langsung di sekolah karena bertemu teman teman nya. Ia juga sudah sangat bosan sekali belajar dirumah terkadang ia sering kesal dan marah-marah sendiri ketika dapat pelajaran yang agak sulit ya karena suasana di rumah tidak seperti suasana di sekolah. Ketika disekolah kan kalo dia ga ngerti pasti dia akan bertanya kepada teman nya atau kepada guru nya yang membuat dia lebih semangat dan rasa ingin tahu nya lebih tinggi ketimbang di rumah. Kalau di rumah anak ku suka mengharapkan jawaban dari orang tua atau kakak nya. Dan rasa ingin tahu nya berkurang. " ucap Ibu Virda selaku wali murid kelas 4.

" Ya saya juga sebagai wali murid merasa jenuh dengan adanya virus covid-19 ini dikarenakan anak anak merasa sulit ketika di suruh mengerjakan tugas, mungkin ia juga sudah bosan kali ya kurang lebih 2 tahun sekolah daring seperti ini. Terkadang saya juga sebagai wali murid harus membujuk si anak agar mau mengerjakan tugas dengan baik dan tepat waktu tetapi makin kesini makin agak susah. Tapi syukur alhamdulillah sekarang sudah ada pembelajaran tatap muka walaupun hanya seminggu sekali semoga kedepannya ada peningkatan dan virus covid-19 ini segera berlalu." Jelas Ibu Erna salah satu wali murid kelas 4.

Bapak Murtani sebagai kepala sekolah juga berharap kepada wali murid untuk bisa bekerja sama dalam pembelajaran tatap muka ini, agar kita semua bisa kembali normal melakukan kegiatan belajar mengajar seperti dulu lagi. Semua pihak sekolah pun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memulai pembelajaran tatap muka seperti sekarang ini. Beliau juga berharap virus covid-19 ini cepat berlalu agar anak anak bisa sekolah nyaman, aman, dan para wali murid tidak merasa khawatir. ***


×
Berita Terbaru Update