TamiangNews.com -- Syiah adalah golongan atau pengikut Ali bin Abi Thalib, mereka beranggapan bahwa Ali bin Abi Thalib itu adalah nabi, Syiah muncul pada masa Khalifah Utsman bin affan, pada saat itu ketika terjadi perang siffin yaitu antara muawiyah bin abu Sufyan dengan Ali bin Abi Thalib di tebing sungai furat yang terletak di Syria atau Syam pada bulan Safar tahun ke 37 Hijriyah latar belakang terjadinya perang shiffin ialah ketidak setujuan muawiyah bin abu Sufyan atas pengangkatan Ali bin Abi Thalib menggantikan khalifah Utsman bin Affan yang sebelumnya terbunuh.
Ciri-ciri kaum Syiah antara lain melakukan taqiyah, taqiyah adalah kondisi dimana batin dalam kurung hati tidak sama dengan tindakannya, ciri fisiknya mereka menggunakan atau memakai songkok hitam yang identik dengan kearab - araban. Kemudian mereka jarang melakukan salat berjamaah karena mereka tidak mengakui salat lima waktu tapi yang mereka yakini hanya 3 waktu saja dalam sehari semalam dan tidak diakhiri dengan salam tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali, ketika salat mereka juga membawa batu atau tanah untuk diletakkan ketika sujud, ketika bulan Ramadan mereka tidak langsung berbuka saat mendengar adzan maghrib tetapi mereka menunggu bintang-bintang agar terlihat terlebih dahulu.
Perkembangan aliran Syiah sendiri di Indonesia secara historis terbagi menjadi 3 yaitu pada saat pecahnya revolusi Iran pada tahun 1979 mereka menambah kaumnya agar menjadi lebih banyak kemudian generasi kedua yang didominasi oleh kaum intelektual sebagian besar dari perguruan tinggi dari struktur sosial dan narasi ini berasal dari kalangan menengah ke atas yaitu kebanyakan mahasiswa. Kemudian pada generasi ketiga kelompok syiah sudah mulai mempelajari fiqh Syiah terutama seseorang yang lulusan dari Iran mereka tidak hanya sekedar pemikiran tetapi mereka juga membuat konflik dengan kelompok lain mereka juga memiliki tingkat semangat yang tinggi untuk menyebarkan ajarannya dan mereka cenderung memposisikan diri sebagai perwakilan dari pemimpin syiah.
Kemudian di zaman sekarang Syiah kembali menggemparkan di kabupaten Sampang Madura Jawa timur sebuah mushola dan beberapa rumah warga syiah di desa Karang gayam di sebabkan karena kamu syiah keluar dari daerah mereka, padahal Mereke keluar untuk mengantar anak anak mereka berangkat ke pesantren tetapi malah di hadang oleh kaum Sunni yang membawa benda tajam seperti clurit dan lainya, kelompok Syiah kemudian menelfon polisi agar tidak terjadi kericuhan yang luar biasa. Setelah itu mereka berusaha menyelamatkan diri dan pulang kerumah namun tetap di kejar sampai rumah mereka di rusak.
Dari hal tersebut kita bisa lebih berhati-hati dan harus belajar menghargai siapapun, terimakasih. ***

