
Foto/ILUSTRASI
Hari ini, makin banyak orang sadar pentingnya hidup yang halal. Tapi, dalam hal ekonomi, apakah halal saja cukup? Jawabannya: belum tentu. Islam mengajarkan kita untuk tidak hanya berhenti di halal, tapi juga memastikan semuanya membawa maslahat atau kebaikan.
Ekonomi syariah bukan sekadar soal menghindari riba atau punya label halal. Lebih dari itu, ekonomi Islam mendorong sistem yang adil, tidak memberatkan orang kecil, dan membawa manfaat luas bagi umat. Di sinilah pentingnya konsep Maqashid Syariah.
Maqashid Syariah adalah tujuan utama dari syariat Islam. Dalam ekonomi, maqashid ini menekankan agar semua transaksi, usaha, dan kegiatan keuangan membawa kebaikan, bukan hanya untuk individu tapi juga untuk masyarakat.
Islam tidak membenarkan praktik yang merugikan seperti riba, monopoli, penimbunan, atau ketimpangan upah. Sebaliknya, Islam mendorong zakat, infak, sedekah, dan kerja sama saling menguntungkan. Sistem ini adil dan penuh etika.
Label halal memang penting. Tapi kadang, ada produk yang halal secara hukum, tapi ternyata berdampak buruk: merusak lingkungan, mengeksploitasi pekerja, atau membuat ketagihan. Nah, inilah yang perlu kita waspadai. Karena dalam Islam, kebaikan bukan hanya soal hukum, tapi juga soal dampaknya bagi umat dan bumi.
Sudah saatnya kita berpindah dari pola pikir 'yang penting halal' ke pola pikir 'yang penting juga maslahat'. Karena ekonomi yang membawa maslahat akan membawa keberkahan. Dan bukankah itu yang kita semua cari?
Mari jadikan ekonomi sebagai ladang ibadah, bukan hanya mencari untung. Dengan prinsip Maqashid Syariah, kita bisa bangun ekonomi yang adil, berkah, dan menyejukkan bagi semua lapisan masyarakat.[]
Pengirim :
Husnul Hatima, Mahasiswa Ekonomi Syariah Universitas Pamulang

