![]() |
| Naisyha Tri Hapsari (Foto/dok. pribadi) |
Di tengah ramainya trend minuman kekinian yang beragam seperti kopi, ada satu minuman yang tak kalah ramai di kalangan Gen Z, yaitu matcha. Warnanya yang hijau mencolok, dengan cita rasa yang unik, dan khasiat kesehatannya membuat matcha bukan hanya sekedar minuman biasa saja, tetapi sudah menjadi lifestyle modern yang diadopsi oleh Gen Z. Dari kafe kecil hingga kafe ternama, kini matcha hadir dengan berbagai bentuk dan varian, mulai dari latte, smoothie, hingga dessert yang menarik perhatian pencinta matcha.
Bubuk teh hijau dari Jepang ini kini menjelma sebagai simbol kekinian yang digandrungi anak muda. Popularitasnya tidak hanya didukung oleh rasa, tetapi juga dari tampilannya yang aestetik, sehingga cocok untuk dijadikan konten media social. Matcha bukan lagi sekedar the hijau biasa, melainkan sudah menjelma menjadi simbol gaya hidup baru bagi anak muda, yang mempunyai keseimbangan antara estetika, cita rasa, dan kesehatan.
Di era ketika kopi mendominasi seluruh sudut kafe, matcha hadir sebagai alternatif bagi orang yang tidak terlalu suka kopi. Dengan ide baru dan eksperimen yang dibuat oleh Gen Z, matcha sekarang hadir dengan banyak pilihan menu, seperti gelato, cheesecake, mochi dan lainnya. Dengan beragam nya variasi ini memperluas daya tarik matcha dan membuatnya tidak membosankan dan selalu relevan di setiap momen.
Bukan tanpa alasan matcha menjadi salah satu favorit para Gen Z, berikut beberapa hal yang membuat matcha menjadi favorit. Pertama, warna hijau nya yang mencolok dan segar membuat matcha cocok untuk diposting di feed Instagram atau story Tiktok. Untuk Gen Z yang cukup aktif dalam bermain sosial media, tampilan dari matcha cocok untuk menjadikannya sebagai identitas visual mereka. Kedua, matcha kaya akan antioksidan dan dianggap lebih sehat daripada minuman manis lainnya. Bagi Gen Z yang perduli akan kesehatannya, matcha adalah pilihan yang tepat untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Ketiga, matcha hadir dengan membawa simbol slow living dan mindfulness. Berbeda dengan kopi yang identik dengan kata strong dan teman lembur, matcha hadir sebagai simbol ketenangan dan keseimbangan hidup, cocok untuk Gen Z yang mulai sadar akan pentingnya kesehatan mental dan fisik. Keempat, matcha fleksibel untuk dikreasikan menjadi hidangan apapun, mulai dari signature matcha latte, matcha latte dengan oat milk, sea salt matcha latte, hingaa matcha strawberry. Inovasi yang beragam ini membuat matcha selelu menarik dan tidak monoton di mata pencintanya.
Matcha semakin menjamur di kafe-kafe seluruh daerah Indonesia. Tidak hanya menyajikan makanan dan minuman, banyak kafe yang sekarang menawarkan pengalaman tentang cara penyajian matcha secara tradisional ala Jepang. Hal ini juga yang menarik perhatian Gen Z untuk mengeksplor matcha. Media sosial menjadi alat yang mempercepat perkembangan dan pengenalan matcha kepada khalayak luas. Konten-konten tentang matcha seperti review, tutorial, hingga challenge ramai di media sosial seperti Tiktok dan Instagram. Gen Z tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga konten creator yang memperkuat trend matcha di Indonesia.
Namun, ditengah trend matcha di kalangan Gen Z ini, harga produk matcha di Indonesia masih tergolong mahal jika dibandingkan dengan minuman lain seperti kopi atau teh. Harga sebuah minuman matcha di kafe-kafe popular daerah Jakarta biasanya dibandrol mulai dari harga Rp50.000 hingga Rp100.000 keatas. Hal ini juga termasuk pada beberapa dessert matcha yang per porsi nya bisa mencapai ratusan ribu. Mahalnya harga minuman atau dessert berbasis matcha ini dikarenakan penggunaan bahan baku bubuk matcha yang premium, berkualitas, dan impor. Harga ini tentu saja tidak menjangkau semua kalangan, apalagi di tengah situasi ekonomi yang masih diintai oleh inflasi.
Meskipun matcha banyak digemari oleh Gen Z, tidak semua oang menyukai minuman berwarna hijau ini. Banyak yang merasa tidak cocok dengan rasa minuman matcha ini, bahkan ada yang menyebut rasanya seperti “rumput” atau terlalu pahit. Tak jarang, hal ini menjadi candaan di media sosial,di mana orang yang tidak suka matcha akan mengejek orang yang suka matcha dengan menyebut matcha sebagai “minuman rasa rumput” dan akan dibalas bahwa matcha memiliki banyak manfaat dan rasa rumput yang disebutkan adalah suatu keunikannya.
Matcha dan Gen Z adalah kombinasi sempurna di era digital ini. Matcha telah berhasil merebut hati para pencintanya lewat estetika, cita rasa, dan citra sehatnya. Tidak hanya sebagai minuman atau dessert, matcha telah menjadi bagian dari gaya hidup kekinian yang mencerminkan nilai modern, kreatif, dan sehat. Dengan terus berkembangnya keviralan ini, matcha diprediksi akan tetap menjadi favorit dihati para pencintanya.[]
Penulis :
Naisyha Tri Hapsari, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang


