Perangkat Desa dan Mahasiswa Kkn Posko-75 UIN Walisongo Bantu Salurkan Bansos di Desa Patemon. (Foto/IST)
Tamiang-News.com, Patemon - Aksi nyata mahasiswa dalam membantu masyarakat kembali terlihat di Desa Patemon. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau KKN Posko 75 dari Universitas Islam Negeri Walisongo turun langsung membantu penyaluran bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung Kamis 24 Juli 2025 di Balai Desa Patemon ini melibatkan puluhan mahasiswa yang bekerja sama dengan perangkat desa setempat. Total bantuan yang disalurkan cukup signifikan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Dalam penyaluran kali ini, sebanyak 438 kilogram beras berhasil didistribusikan kepada keluarga-keluarga yang berhak menerima. Tak hanya itu, setiap kepala keluarga penerima juga mendapat Bantuan Langsung Tunai sebesar 300 ribu rupiah.
Para mahasiswa tampak antusias menjalankan berbagai tugas, mulai dari mengangkut karung beras, mendata warga menggunakan aplikasi cek bansos, hingga mengatur jalannya distribusi agar berjalan tertib dan lancar.
Muhammad Toyib, Koordinator Desa KKN MIT Posko 75 mengungkapkan, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa. "Ikut membantu penyaluran ini adalah pengalaman yang berharga. Kami bisa melihat langsung bagaimana kerja sama dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Apresiasi juga datang dari pihak desa. Pak Jono, salah satu perangkat Desa Patemon menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini. "Kerja sama dengan mahasiswa UIN Walisongo sangat membantu kelancaran acara ini. Semangat dan dedikasi mereka membawa dampak positif bagi desa kami," katanya.
Kehadiran para mahasiswa ini dinilai sangat membantu kelancaran proses penyaluran bantuan. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, mereka memastikan setiap warga yang berhak dapat menerima bantuan dengan adil dan tepat sasaran.
Program penyaluran bansos ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya keluarga-keluarga yang terdampak kondisi ekonomi. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat Desa Patemon.[]