Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Bukan Berarti Benar: Dinamika Opini Publik di Era Media Sosial

Selasa, 06 Januari 2026 | Januari 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-06T04:50:07Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik

Foto/Ilustrasi

Kejadian yang menjadi viral di platform media sosial semakin sering muncul dan dengan cepat mempengaruhi pendapat masyarakat. dalam waktu belakangan ini, banyak cuplikan video, gambar obrolan, hingga pernyataan singkat dari tokoh publik ramai diperbincangkan sebelum kebenaran informasi tersebut dipastikan. situasi ini menggambarkan bagaimana media sosial berfungsi sebagai saluran komunikasi yang signifikan yang dapat memengaruhi cara orang berpikir dan menilai suatu kejadian.


Media sosial dan perubahan cara komunikasi massal berdasarkan teori komunikasi massal, media berperan sebagai jembatan penghubung antara pengirim pesan dan masyarakat yang lebih luas. media sosial telah mengubah cara ini dengan sangat drastis. jika pada masa lalu media massal hanya bersifat satu arah, sekarang komunikasi terjadi secara dua arah bahkan lebih. Audiens tidak hanya mendapatkan pesan, tetapi juga memberikan interpretasi, menyebarkannya, dan menambahkan pandangan pribadi.


Perubahan ini menyebabkan informasi bergerak dengan sangat cepat. Satu konten yang menarik minat bisa menyebar dengan cepat dalam waktu singkat, tanpa harus melewati proses penyuntingan yang ketat seperti pada media tradisional.


Pembentukan pandangan umum melalui dampak media dalam teori dampak komunikasi massa, media mempunyai kekuatan untuk memengaruhi pandangan dan cara pikir audiens. Konten yang viral sering kali memanfaatkan perasaan seperti kemarahan, empati, atau rasa ingin tahu. Perasaan perasaan tersebut mendorong audiens untuk bertindak dan menyebarluaskan konten tersebut lebih luas lagi.


Akibatnya, masyarakat membentuk pendapat bukan berdasarkan informasi yang lengkap, tetapi dari bagian-bagian pesan yang beredar. Situasi ini bisa menyebabkan kesalah pahaman bersama, terutama ketika penjelasan datang terlambat atau tidak sepopuler konten yang pertama kali muncul. 


Teori spiral keheningan di media sosial juga penting dalam konteks viral. Ketika satu pendapat tertentu mendominasi timeline, orang yang memiliki pandangan berbeda biasanya memilih untuk tidak berbicara karena takut diasingkan. Hal ini membuat satu perspektif terlihat seakan-akan menjadi kebenaran umum, padahal tidak semua orang setuju dengan itu.


Media sosial dengan mekanisme algoritmanya memperkuat keadaan ini dengan menunjukkan konten yang sesuai dengan pandangan umum, sehingga ruang untuk berdiskusi menjadi semakin terbatas.


Kritisnya tanggapan audiens sebagai elemen dari komunikasi massa sangat penting, masyarakat diharapkan untuk lebih berpikir kritis. Mengetahui konteks, memverifikasi sumber informasi, dan tidak langsung mempercayai konten yang populer adalah langkah-langkah penting untuk mengurangi efek buruk dari media.


Literasi media adalah kunci untuk memastikan masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh gelombang informasi yang besar dan sering kali memiliki sudut pandang yang tidak seimbang.


Penutup fenomena viral di platform sosial menunjukkan bahwa teori komunikasi massa sangat penting dalam kehidupan sekarang. Media tidak hanya berfungsi mengirimkan pesan, tetapi juga membentuk kenyataan sosial. Dengan demikian, pemanfaatan media sosial harus disertai dengan kesadaran dan tanggung jawab supaya pandangan publik yang terbentuk tidak keliru, melainkan mendukung komunikasi yang lebih baik dan seimbang.[]


Penulis :

Erliana Nuriani, mahasiswa Universitas Pamulang

×
Berita Terbaru Update