Notification

×

Iklan

Iklan

Kolaborasi Lintas Komunitas Hadirkan Pendampingan Psikososial bagi Korban Bencana di Tiga Kabupaten Aceh

Minggu, 08 Maret 2026 | Maret 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-08T10:53:21Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
Metode terapi menulis dan seni menjadi sarana efektif bagi anak-anak untuk menyalurkan perasaan mereka setelah mengalami peristiwa traumatis


Tamiang-News.com |ACEH - Tiga bulan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, proses pemulihan masyarakat masih terus berlangsung. Di tengah keterbatasan fasilitas, terlebih saat memasuki bulan suci Ramadan, masyarakat di daerah terdampak masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan psikologis yang dirasakan anak-anak dan remaja.


Merespons kondisi tersebut, sejumlah komunitas dan organisasi dari berbagai daerah berkolaborasi menggelar kegiatan pendampingan psikososial bagi anak dan remaja di tiga kabupaten terdampak, yakni Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur. Program ini berlangsung selama 5–8 Maret 2026.


Kegiatan pendampingan dilakukan melalui pendekatan kreatif berbasis terapi seni dan terapi menulis, yang dirancang untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi dan mempercepat proses pemulihan psikologis. Selain itu, berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif juga digelar, seperti kelas lingkungan yang mengajarkan pembuatan ecobrick dan ecoart, kelas literasi membaca nyaring, hingga kelas bahasa Mandarin dan bahasa Inggris.


Koordinator Lapangan sekaligus Pembina Yayasan Bintang Kecil, Maria Ulfa, menegaskan bahwa pendampingan psikososial memiliki peran yang sama pentingnya dengan bantuan logistik bagi korban bencana.


“Kegiatan psikososial akan membantu pemulihan psikologis lebih cepat melalui media bermain yang menyenangkan,” ujar Maria Ulfa.


Ia menambahkan, metode terapi menulis dan seni menjadi sarana efektif bagi anak-anak untuk menyalurkan perasaan mereka setelah mengalami peristiwa traumatis.


“Terapi menulis dan seni akan membantu mereduksi emosi lebih cepat melalui penyaluran gambar dan tulisan,” lanjutnya.


Program ini diinisiasi oleh Yayasan Bintang Kecil Banda Aceh dengan melibatkan berbagai komunitas dan organisasi dari berbagai daerah. Di antaranya TBM Lhee Club Pidie, Komunitas Hebat Medan, Komunitas Perkasa Alam, Nibras House Banda Aceh, Alfatih Swim, Hananan Art, serta Dapue Nowni Banda Aceh.


Dukungan juga datang dari sejumlah komunitas dan institusi di Jakarta, seperti Institut Sains dan Teknologi Nasional, Peri Bumi, GPPT, Buku Berkaki, dan Universitas Al Azhar Indonesia.


Di Kabupaten Aceh Tamiang, kegiatan dilaksanakan di Desa Landuh, Kecamatan Rantau. Sebanyak 121 orang mendapatkan manfaat dari program ini, terdiri dari 109 anak dan remaja, satu anak berkebutuhan khusus, serta 11 orang dewasa yang menerima layanan konseling.


Sementara itu di Kabupaten Aceh Timur, kegiatan berlangsung di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih dengan total 88 penerima manfaat, yang meliputi 84 anak dan remaja, dua anak berkebutuhan khusus, serta empat orang dewasa


Adapun di Kabupaten Aceh Tengah, kegiatan digelar di Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang, dengan jumlah 62 penerima manfaat, terdiri dari 58 anak dan empat orang dewasa.


Melalui kegiatan ini, para relawan mengusung tema “Bergerak di Lingkar Kendali”, sebagai pesan bahwa meskipun bencana tidak dapat dihindari, masyarakat tetap dapat mengambil langkah nyata untuk bangkit dan memperbaiki keadaan.


“Tema ini mengingatkan kita bahwa meskipun bencana tidak bisa dihindari, kita tetap dapat melakukan hal-hal yang berada dalam kendali kita untuk memperbaikinya,” pungkas Maria Ulfa.[]TNW_001

×
Berita Terbaru Update