Tamiang-News.com, ACEH TAMIANG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada ratusan siswa yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana, menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua DWP Aceh, Malahayati M. Nasir, didampingi Ketua DWP Kabupaten Aceh Tamiang beserta jajaran pengurus. Kegiatan itu terlaksana melalui kolaborasi dengan Komunitas Tebar Tuah dan Dinas Sosial Aceh, Selasa (14/7).
Bantuan yang diberikan berupa tas sekolah dan buku tulis untuk menunjang kebutuhan belajar para siswa. Sebanyak 429 siswa menerima bantuan tersebut, terdiri dari 93 siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan 336 siswa Sekolah Dasar (SD).
Penyerahan bantuan dilakukan di tiga lokasi, yakni TK Pembina Kejuruan Muda, TK Tunas Harapan, dan SD Negeri 1 Bukit Tempurung yang berada di wilayah terdampak banjir.
Dalam kesempatan itu, Malahayati tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyapa dan memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap bersemangat menuntut ilmu meski sempat menghadapi dampak bencana.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat, sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali belajar dengan giat dan menggapai cita-cita mereka,” ujar Malahayati.
Ia menegaskan, DWP Aceh berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, sektor pendidikan dan kesejahteraan anak menjadi salah satu fokus perhatian yang perlu mendapat dukungan berkelanjutan.
Melalui sinergi dengan DWP Kabupaten Aceh Tamiang serta berbagai pihak terkait, DWP Aceh berharap bantuan yang diberikan dapat mempercepat proses pemulihan pascabanjir. Dengan demikian, para siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan nyaman dan optimal.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan anak-anak terdampak bencana tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak serta dukungan moral guna membangun kembali semangat belajar mereka.[]TN_W001


