Notification

×

Iklan

Iklan

Video Siswa Menyeberang di Atas Tali Viral, Pemerintah Aceh Desak BNPB Bertindak Cepat

Selasa, 28 Juli 2026 | Juli 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-28T09:41:35Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik


Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, bersama Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Dirhamsyah, di ruang kerja Sekda Aceh, Selasa (28/7/2026) (Dok Istimewa)

Tamiang-News.com, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera merekonstruksi empat jembatan gantung yang rusak akibat bencana banjir. Desakan itu muncul setelah viralnya video yang memperlihatkan para siswa dan guru mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi sungai melalui sisa jembatan yang rusak di Kabupaten Gayo Lues.


Arahan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, atas instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), saat menerima Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Dirhamsyah, di ruang kerja Sekda Aceh, Selasa (28/7/2026).


"Kami mendesak BNPB agar empat jembatan vital ini segera dibangun kembali. Penanganan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan keberlangsungan roda ekonomi warga," ujar M. Nasir.


Salah satu titik yang menjadi perhatian utama berada di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Di lokasi tersebut, para pelajar dan tenaga pendidik terpaksa melintasi sisa-sisa jembatan gantung yang mengalami kerusakan parah demi dapat mencapai sekolah.


Selain Jembatan Desa Kendawi, Pemerintah Aceh juga mengusulkan rekonstruksi Jembatan Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Jembatan Gantung Lhok Kuyun di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, serta Jembatan Gantung penghubung Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera di Kabupaten Aceh Utara.


Menurut M. Nasir, pembangunan kembali empat jembatan tersebut sangat penting untuk memulihkan akses pendidikan, aktivitas ekonomi, serta mobilitas masyarakat yang terdampak pascabencana.


"Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat melalui BNPB dapat memberikan perhatian khusus dan mempercepat alokasi anggaran penanganan pascabencana, guna memastikan proses belajar-mengajar serta mobilitas warga kembali normal," katanya.


Menanggapi usulan tersebut, Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Muhammad Dirhamsyah, menyatakan komitmennya untuk mengawal langsung percepatan pembangunan empat jembatan itu di tingkat pusat.


Ia menilai pemulihan konektivitas antarwilayah yang terputus akibat bencana merupakan kebutuhan mendesak agar aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan normal.


"Kami telah mencatat seluruh usulan prioritas ini dan siap menyampaikannya secara langsung kepada Kepala BNPB pusat," ujar Dirhamsyah.


Pemerintah Aceh berharap percepatan rekonstruksi infrastruktur tersebut dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat, khususnya para pelajar, tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat menempuh perjalanan menuju sekolah.[]TN_W001

×
Berita Terbaru Update