Tamiang-News.com, |PIDIE – Pengungkapan laboratorium narkotika jaringan internasional di Kabupaten Pidie menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Temuan 1,2 ton sabu cair dan penangkapan 11 tersangka menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap dugaan aktivitas produksi dan peredaran narkotika di Aceh.
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan, pemberantasan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat hingga tingkat desa.
Ia secara khusus mengimbau para kepala desa atau geuchik untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing, terutama jika terdapat rumah kosong, gudang, atau bangunan yang digunakan dengan aktivitas tidak lazim.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan laboratorium narkotika rahasia (clandestine laboratory) di Desa Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, pada 20 Oktober 2026.
“Kalau ada rumah kosong atau gudang kosong yang agak janggal, maka kepala desa atau keuchik informasikan. Kita pastikan akan cek, sehingga wilayah Aceh ini aman dan bisa zero narkoba,” ujar Ruddi, Jumat (23/10/2026).
Sebelas Tersangka Diamankan
Dalam pengungkapan tersebut, tim gabungan menyasar lima lokasi dan mengamankan 11 tersangka. Mereka terdiri atas sembilan warga negara Indonesia asal Aceh dan dua warga negara Tiongkok berinisial LJ dan XM.
Petugas juga menyita 1,2 ton sabu cair yang berdasarkan keterangan Kapolda disebut siap diolah dan didistribusikan.
Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan selama beberapa bulan, yang berkaitan dengan kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair di perairan Batam.
Dari pemeriksaan terhadap anak buah kapal yang diamankan dalam kasus tersebut, penyidik memperoleh informasi mengenai dugaan keberadaan jaringan lain yang beroperasi di Indonesia.
Penyelidikan selanjutnya dikembangkan oleh tim gabungan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, Bea Cukai, dan National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok.
Pengawasan Lingkungan Dinilai Penting
Kapolda menekankan bahwa informasi dari masyarakat dapat membantu aparat mendeteksi lebih awal aktivitas yang berpotensi berkaitan dengan kejahatan narkotika.
Peran geuchik dinilai strategis karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan memahami kondisi lingkungan di wilayahnya. Meski demikian, setiap informasi yang diterima perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan aparat agar tidak menimbulkan tuduhan tanpa dasar terhadap pihak tertentu.
Masyarakat juga diharapkan tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan, melainkan menyampaikan informasi kepada kepolisian atau aparat berwenang.
Pengungkapan laboratorium narkotika di Pidie sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan membutuhkan kerja sama lintas lembaga dan partisipasi publik.
Kapolda menegaskan tidak ada kompromi terhadap kejahatan narkotika. Penindakan akan dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dengan pengawasan lingkungan yang lebih baik dan keberanian masyarakat melaporkan informasi, aparat berharap dapat mempersempit ruang gerak jaringan narkotika serta menjaga Aceh dari ancaman produksi dan peredaran narkoba.[]TN_W004(IN)


