TamiangNews.com, BOYOLALI - Pegawai honorer Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali Kategori Dua (K-2) mempunyai cara tersendiri untuk mengubah nasib. Mungkin, saking sudah lelah berjuang, akhir pekan kemarin, menggelar doa bersama agar diberi jalan lancar diangkat menjadi PNS.
Ratusan pegawai honorer K-2 mengelar doa bersama di Masjid Ageng, Komplek Kabupaten Boyolali, Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Doa bersama yang dipimpin KH Imam Buseri.
''Kita memanjatkan berdoa bersama, agar kita ini segera diangkat menjadi PNS. Sekaligus, mendoakan Presiden RI Jokowi terbuka hatinya, untuk merubah nasib pegawai honorer K-2,'' tutur Suparjo, Ketua Paguyuban Honorer K-2 Kabupaten Boyolali.
Saat ini, pegawai honorer K-2 terus diliputi dan dihantui rasa was-was, khawatiran. Kondisi ini terjadi, menyusul tak segera diangkat mereka menjadi PNS.
Padahal, umur sebagain besar honorer banyak yang hampir mendekati 45 hingga 50 tahun. Batasan umur itulah yang dikhawatirkan akan menghambat pengangkatan sebagai PNS.
''Sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah pusat tentang nasib honorer. Apakah nanti ada kebijakan pengangkatan menjadi PNS. Atau dibiarkan begitu saja hingga usia tua, tanpa menyandang status pegawai yang jelas,'' ucap Suparjo.
Menurut Suparjo, rata-rata pegawai honorer K-2 sudah mengabdi sejak belasan hingga puluhan tahun. Bahkan, ada yang sudah mengabdi selama 25 tahun.
Mereka tersebar di kantor dan sekolahan SD dan SMP. Setiap bulan menerima uang honorarorium, plus tambahan mengajar ekstrakulikuler, di bawah Rp 1 juta.
Sehingga tidak aneh, bila pegawai honor K-2 yang ngobyek mencari tambahan penghasilan di luar jam mengajar. Ada yang menjadi tukang ojek, penjaga malam, satpam perorangan, makelar, buruh tani, dan sebaginya.
''Mereka bekerja sambilan untuk nambal kebutuhan keluarga,'' katanya.
Saat ini, total pegawai honorer K-2 di Kabupaten Boyolali tercatat 724 orang. Hingga kini, mereka tidak memiliki harapan masa depan cerah. Ini karena hingga saat ini tidak ada informasi rekruitmen PNS baru dari kalangan pegawai K-2.
KH Imam Buseri, mengajak para honorer untuk berdoa dengan ikhlas, agar hajat mereka segera terkabul. Orang bersabar, katanya, lebih baik dan dikasihani Allah SWT. Mereka disarankan tetap bekerja istiqamah, dan mencari rejeki halal meski dalam kondisi susah.
Sumber : Republika
Ratusan pegawai honorer K-2 mengelar doa bersama di Masjid Ageng, Komplek Kabupaten Boyolali, Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Doa bersama yang dipimpin KH Imam Buseri.
''Kita memanjatkan berdoa bersama, agar kita ini segera diangkat menjadi PNS. Sekaligus, mendoakan Presiden RI Jokowi terbuka hatinya, untuk merubah nasib pegawai honorer K-2,'' tutur Suparjo, Ketua Paguyuban Honorer K-2 Kabupaten Boyolali.
Saat ini, pegawai honorer K-2 terus diliputi dan dihantui rasa was-was, khawatiran. Kondisi ini terjadi, menyusul tak segera diangkat mereka menjadi PNS.
Padahal, umur sebagain besar honorer banyak yang hampir mendekati 45 hingga 50 tahun. Batasan umur itulah yang dikhawatirkan akan menghambat pengangkatan sebagai PNS.
''Sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah pusat tentang nasib honorer. Apakah nanti ada kebijakan pengangkatan menjadi PNS. Atau dibiarkan begitu saja hingga usia tua, tanpa menyandang status pegawai yang jelas,'' ucap Suparjo.
Menurut Suparjo, rata-rata pegawai honorer K-2 sudah mengabdi sejak belasan hingga puluhan tahun. Bahkan, ada yang sudah mengabdi selama 25 tahun.
Mereka tersebar di kantor dan sekolahan SD dan SMP. Setiap bulan menerima uang honorarorium, plus tambahan mengajar ekstrakulikuler, di bawah Rp 1 juta.
Sehingga tidak aneh, bila pegawai honor K-2 yang ngobyek mencari tambahan penghasilan di luar jam mengajar. Ada yang menjadi tukang ojek, penjaga malam, satpam perorangan, makelar, buruh tani, dan sebaginya.
''Mereka bekerja sambilan untuk nambal kebutuhan keluarga,'' katanya.
Saat ini, total pegawai honorer K-2 di Kabupaten Boyolali tercatat 724 orang. Hingga kini, mereka tidak memiliki harapan masa depan cerah. Ini karena hingga saat ini tidak ada informasi rekruitmen PNS baru dari kalangan pegawai K-2.
KH Imam Buseri, mengajak para honorer untuk berdoa dengan ikhlas, agar hajat mereka segera terkabul. Orang bersabar, katanya, lebih baik dan dikasihani Allah SWT. Mereka disarankan tetap bekerja istiqamah, dan mencari rejeki halal meski dalam kondisi susah.
Sumber : Republika

