TamiangNews.com, RANTAU - PT Pertamina EP Rantau Field dalam mewujudkan rasa syukurnya terhadap pelaksanaan kegiatan perdana di tahun 2016 berupa tajak (pengeboran) sumur RNT 11 INJ di Kampung Kebun Rantau, menyantuni anak yatim.
Sebanyak 150 anak yatim piatu serta kaum duafa dari beberapa kampung di sekitar kawasan pengeboran sumur minyak disantuni.
"Sebelumnya, Pertamina Rantau telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat kampung terkait kegiatan pengeboran sumur minyak RNT 11 tersebut," kata Rantau Field Manager Richard Mutalib, Senin (18/4).
Dikatakan, sumur RNT 11 INJ ini ditajak dengan menggunakan RIG 2A milik Pertamina Drilling Service Indonesia yang berkapasitas 401 HP hingga mencapai kedalaman akhir 800 meter True Vertical Deep dari lantai bor dengan jangka waktu pelaksanaan selama 20 hari kerja.
Ia berharap dari kegiatan ini menjadi salah satu upaya PT Pertamina EP Rantau Field untuk terus melakukan peningkatan produksi.
Sementara Camat Rantau Zainuddin mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan operasi PT Pertamina EP dalam upaya mencari migas, guna menambah devisa negara yang juga berdampak terhadap pendapatan daerah. (indra/medanbisnis)
Sebanyak 150 anak yatim piatu serta kaum duafa dari beberapa kampung di sekitar kawasan pengeboran sumur minyak disantuni.
"Sebelumnya, Pertamina Rantau telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat kampung terkait kegiatan pengeboran sumur minyak RNT 11 tersebut," kata Rantau Field Manager Richard Mutalib, Senin (18/4).
Dikatakan, sumur RNT 11 INJ ini ditajak dengan menggunakan RIG 2A milik Pertamina Drilling Service Indonesia yang berkapasitas 401 HP hingga mencapai kedalaman akhir 800 meter True Vertical Deep dari lantai bor dengan jangka waktu pelaksanaan selama 20 hari kerja.
Ia berharap dari kegiatan ini menjadi salah satu upaya PT Pertamina EP Rantau Field untuk terus melakukan peningkatan produksi.
Sementara Camat Rantau Zainuddin mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan operasi PT Pertamina EP dalam upaya mencari migas, guna menambah devisa negara yang juga berdampak terhadap pendapatan daerah. (indra/medanbisnis)

