Notification

×

Iklan

Iklan

19 Murid SDN Tampor Paloh Telantar

Kamis, 21 Juli 2016 | Juli 21, 2016 WIB | 0 Views Last Updated 2017-10-29T09:20:16Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
Tamiangnews.com, KUALASIMPANG - Sebanyak 19 orang murid kelas enam Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tampor Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, terancam tak bisa melanjutkan sekolah ke tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Pasalnya hingga saat ini sekolah dimaksud belum mengumumkan hasil ujian tahun 2016.

Akibatnya mereka terlantar, hanya bisa menangis melihat temannya dari SD desa lain sudah melanjutkan ke SMP Merdeka di desa sekitar.

Hingga hari ketiga masuk sekolah di Aceh Timur, Rabu (20/7), SDN Tampor Paloh belum mengumumkan kelulusan murid sekolah kelas enam.

"Sehingga mereka tidak memiliki dokumen apapun untuk melanjutkan sekolah, sedangkan Kepala SDN Tampor Paloh dalam setahun ini hanya datang ke sekolah pada saat dilaksanakan ujian nasional, lalu sampai saat ini tidak pernah datang lagi," ungkap Hasbi, tokoh masyarakat Desa Tampor Paloh kepada MedanBisnis, Rabu (20/7) di Karang Baru.

Hasbi juga menceritakan kondisi miris SDN Tampor Paloh, yang saat ini hanya punya dua guru PNS, termasuk kepala sekolah. Namun kepala sekolah dan guru PNS itu jarang masuk mengajar.

"Proses belajar di sana hanya dijalankan lima orang guru bakti," ungkapnya.
Diungkapkan, di hari pertama masuk sekolah, Senin (18/7), ke-19 murid SDN Tampor Paloh itu hanya bias melihat rekan mereka dari SD lain melanjutkan sekolah ke SMP.

"Meraka menangis melihat teman-teman mereka masuk SMP, padahal mereka sudah ikut bergotong-royong membersihkan sekolah SMP itu," kata Hasbi.

Bahkan pada saat itu, seorang murid SDN Tampor Paloh bernama Turi (12) mengungkapkan tidak mau tinggal di desanya lagi, kalau tidak didaftarkan ke SMP.

"Begitu juga dengan keponakan saya, Fitri (12). Kalau saya begini, tidak masuk sekolah, nggak usahlah Pak Cik urus sekolah lagi. Begityu katanya. Mendengar suara hati anak itu, terenyuh saya," ujar Hasbi.

Kabid Dikdas pada Dinas Pendidikan Aceh Timur Agus Salim saat ditanya mengatakan, hasil kelulusan SD sudah ada di sekolah. Jika belum diumumkan, kemungkinan mereka lulus semua.

"Karena kelulusan murid SD ditentukan sekolah masing-masing. Kalau ada nilai UN berarti sudah lulus," ujarnya.
Berkenaan dengan izajah, dicetak di provinsi.

"Untuk melanjutkan sekolah, ambil saja nilai daftar kolektif murid yang ada di sekolah dan bawa ke SMP," jelasnya.

Agus salim meminta warga bersabar, karena pihaknya akan memanggil kepala sekolah. "Anak-anak tetap harus melanjutkan sekolah," tegasnya.

Sumber : Medanbisnis
×
Berita Terbaru Update