TamiangNews.com, KUALASIMPANG - Pembangunan pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi target DPR Aceh. Saat ini, mereka sedang fokus ke sektor pertanian khususnya sektor tanaman pangan di Gampong Tenggulun Kecamatan Tanggulun. Hal itu disampaikan anggota DPRA, Asrizal Asnawi, Minggu (24/7/2016).
"Pemerintah Aceh pada 2015 telah menggelontorkan anggarannya sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi di Tenggulun.
Dan, pada tahun ini juga sudah diplotkan anggaran untuk kegiatan yang sama dan di desa yang sama dengan anggaran sebesar Rp2 miliar," jelas Asrizal Asnawi kepada GoAceh.
Disebutkan Asrizal, pembangunan irigasi di Dusun Adil Makmur Gampong Tenggulun Kecamatan Tenggulun diharapkan bisa sebagai motivator bagi Pemerintah untuk memacu kelancaran pembangunan irigasi secara berkesinambungan demi cakupan hasil panen gabah berskala besar di sektor pertanian tanaman pangan.
Asrizal juga menyayangkan adanya alih fungsi lahan pertanian persawahan menjadi tanaman kelapa sawit.
"Kalau sistem jaringan irigasinya bagus, di daerah itu persawahan akan kembali aktif, dan semoga tidak ada lagi terjadi alih fungsi.
Penduduk di kampung itu juga menyadari pentingnya lahan persawahan. Kesadaran itupun terungkap dari penduduk yang berniat akan mengembalikan fungsi lahan menjadi areal persawahan setelah daerah irigasi (DI) sistem jaringannya telah berjalan baik," ujar Ketua Fraksi PAN DPR Aceh, Asrizal Asnawi.
Sumber : GoAceh
"Pemerintah Aceh pada 2015 telah menggelontorkan anggarannya sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi di Tenggulun.
Dan, pada tahun ini juga sudah diplotkan anggaran untuk kegiatan yang sama dan di desa yang sama dengan anggaran sebesar Rp2 miliar," jelas Asrizal Asnawi kepada GoAceh.
Disebutkan Asrizal, pembangunan irigasi di Dusun Adil Makmur Gampong Tenggulun Kecamatan Tenggulun diharapkan bisa sebagai motivator bagi Pemerintah untuk memacu kelancaran pembangunan irigasi secara berkesinambungan demi cakupan hasil panen gabah berskala besar di sektor pertanian tanaman pangan.
Asrizal juga menyayangkan adanya alih fungsi lahan pertanian persawahan menjadi tanaman kelapa sawit.
"Kalau sistem jaringan irigasinya bagus, di daerah itu persawahan akan kembali aktif, dan semoga tidak ada lagi terjadi alih fungsi.
Penduduk di kampung itu juga menyadari pentingnya lahan persawahan. Kesadaran itupun terungkap dari penduduk yang berniat akan mengembalikan fungsi lahan menjadi areal persawahan setelah daerah irigasi (DI) sistem jaringannya telah berjalan baik," ujar Ketua Fraksi PAN DPR Aceh, Asrizal Asnawi.
Sumber : GoAceh

