Tamiangnews.com, KUALASIMPANG - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang mengaku terancam digusur dari tempatnya berjualan di sekitar Pasar Pagi Kota Kualasimpang, mengadu ke DPRK Aceh Tamiang, Rabu (20/7).
Mereka meminta lokasi berdagang sekarang ini tidak digusur karena tempat relokasi di lahan eks PT MKS dinilai belum layak.
Sebelum berhasil menemui anggota dewan, puluhan pedagang itu berkumpul dip intu masuk kantor DPRK. Beberapa waktu kemudian beberapa orang dari mereka diterima Ketua Komisi A DPRK Tamiang Ismail bersama anggota Ustad Dedi, Fitri, Sugiono dan Erawati.
Salah seorang pedagang, Bahrum mengatakan, dengan berbagai jenis dagangan mulai dari buah, cendol, mie Aceh, CD, dan es campur, bila penggusuran terjadi mereka memastikan barang dagangan tidak laku.
Akibatnya ekonomi keluarga bakal morat-marit. "Saya sudah 23 tahun berjualan di kaki lima untuk membiayai rumah tangga dan anak-anak sekolah," imbuh Ana, penjual es campur.
Jika dipindahkan ke areal PT MKS tersebut, pembeli akan sulit datang, sebagaimana dulunya pernah dilakukan pemindahan ke depan kantor Koramil yang jaraknya tidak jauh dari lokasi PT MKS tersebut.
Ketua Komisi A DPRK Aceh Tamiang Ismail mengatakan, pihaknya akan turun bersama eksekutif melihat kondisi lahan PT MKS yang akan dijadikan lapak pedagang , dan melihat kondisi lainnya.
Solusi untuk para pedagang seperti usulan pembuatan kanopi. "Kita ingin kota tertata dan pedagang dapat cari rezeki," ujarnya.
Sumber : Medanbisnis
Mereka meminta lokasi berdagang sekarang ini tidak digusur karena tempat relokasi di lahan eks PT MKS dinilai belum layak.
Sebelum berhasil menemui anggota dewan, puluhan pedagang itu berkumpul dip intu masuk kantor DPRK. Beberapa waktu kemudian beberapa orang dari mereka diterima Ketua Komisi A DPRK Tamiang Ismail bersama anggota Ustad Dedi, Fitri, Sugiono dan Erawati.
Salah seorang pedagang, Bahrum mengatakan, dengan berbagai jenis dagangan mulai dari buah, cendol, mie Aceh, CD, dan es campur, bila penggusuran terjadi mereka memastikan barang dagangan tidak laku.
Akibatnya ekonomi keluarga bakal morat-marit. "Saya sudah 23 tahun berjualan di kaki lima untuk membiayai rumah tangga dan anak-anak sekolah," imbuh Ana, penjual es campur.
Jika dipindahkan ke areal PT MKS tersebut, pembeli akan sulit datang, sebagaimana dulunya pernah dilakukan pemindahan ke depan kantor Koramil yang jaraknya tidak jauh dari lokasi PT MKS tersebut.
Ketua Komisi A DPRK Aceh Tamiang Ismail mengatakan, pihaknya akan turun bersama eksekutif melihat kondisi lahan PT MKS yang akan dijadikan lapak pedagang , dan melihat kondisi lainnya.
Solusi untuk para pedagang seperti usulan pembuatan kanopi. "Kita ingin kota tertata dan pedagang dapat cari rezeki," ujarnya.
Sumber : Medanbisnis

