TamiangNews.com, SEMARANG - Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyalurkan bantuan sosial atau subsidi secara digital dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Selain itu, Kemensos juga mengembangkan penggunaan KKS pada Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Elektronik (e-Warong KUBE).
Untuk merealisasikannya, Kemensos menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk memperluas penerapan sistem tersebut hingga Semarang, Jawa Tengah.
Pada kesempatan tersebut, BNI dan Kemensos meresmikan e-Warong KUBE ke-14 sejak program ini pertama kali digulirkan sekitar 3 bulan lalu.
Dengan demikian, sebagian dari para penerima manfaat Bantuan Sosial atau Subsidi pemerintah di Semarang sudah dapat bertransaksi membeli Sembako di e-Warong KUBE PKH ) tanpa harus menggunakan uang tunai. Transaksi pembayarannya akan menggunakan uang elektronik yang disiapkan oleh BNI.
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, warong yang menjadi saluran distribusi banyuan akan menyalurkan berbagai bahan pangan pokok seperti semisal gula, minyak, dan beras. Ke depan, e-Warong juga kemungkinan akan menyediakan bahan pangan berupa bawang, daging sapi dan daging ayam potong.
"Karena mendapat dukungan pangan dari Bulog langsung ke warung, rantai distribusi akan terpangkas sehingga harganya bisa lebih murah. Program ini mengedepankan gotong royong," kata Khofifah dalam keterangan persnya, Sabtu (20/8/2016).
Khofifah menjelaskan konsep e-Warong didasarkan dari prinsip revolusi mental, yakni gotong royong, integrits, dan kerja keras. Kebetulan, pada prinsip tersebut sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dideklarasikan pada peringatan Hari Kemanusiaan Se-dunia yang jatuh pada 19 Agustus.
Dengan dibukanya e-Warong KUBE di Semarang, maka hingga saat ini, BNI telah membangun 14 e-Warong KUBE yang tersebar di Malang, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jakarta, Solo, Boyolali, dan Semarang. Melalui e-Warong KUBE tersebut BNI juga dapat mengembangkan basis nasabahnya, yaitu para penerima manfaat bantuan sosial atau subsidi.
Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto mengungkapkan, Peluncuran Layanan e-Warong KUBE di Semarang ini merupakan yang ke-9 kalinya yang dilakukan oleh BNI, dan akan terus berkembang di Indonesia. BNI menaruh komitmen tinggi terhadap beragam program bantuan sosial dari pemerintah, karena BNI lahir dan berkembang dari masyarakat ekonomi kecil.
Dengan sistem penyaluran Bantuan Sosial secara digital ini, penerima manfaat bantuan sosial akan mendapatkan banyak manfaat. Dengan KKS, penerima manfaat dapat melakukan transaksi di seluruh jaringan e-e-Warong KUBE, jaringan BNI dan jaringan Bank HIMBARA baik Mandiri, BTN, dan BRI, serta jaringan Agen-agen 46 yang saat ini sudah mencapai sekitar 12.000 agen.
Untuk membantu pengembangan pasar atas produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat Semarang, termasuk yang ada disekitar e-Warong KUBE, BNI menawarkan program pengembangan e-Commerce.
Dalam program tersebut, BNI akan mendukung UMKM di sekitar e-Warong KUBE dengan memberikan pelatihan, pendanaan Kredit Usaha Rakyat, hingga pemasaran. Dengan e-commerce ini, produk warga akan dapat dijajakan tidak hanya di Semarang atau Indonesia, bahkan hingga ke seluruh dunia.
Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebutkan, pihaknya menargetkan akan membuka 43 e-Warong KUBE di Semarang hingga akhir tahun ini. "Dengan dibukanya banyak e-Warong KUBE saya berharap masyarakat akan semakin sejahtera," ujarnya.
Sebelumnya, Peresmian e-Warong KUBE dan uji coba KKS telah dilakukan oleh BNI bersama Kementerian Sosial RI, di tujuh kota, yaitu Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, DKI Jakarta, Solo, dan Boyolali. Pada uji coba tersebut terdapat beberapa BUMN lain yang dilibatkan, antara lain BULOG, RNI, Petrokimia Gresik, dan Pertamina.
Kerja sama sinergis antar BUMN tersebut memungkinkan dilakukannya penyaluran bantuan sosial atau subsidi secara digital menggunakan KKS untuk transaksi pembelian beras, gula, minyak goreng dan tepung. [] Inilah.com
Selain itu, Kemensos juga mengembangkan penggunaan KKS pada Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Elektronik (e-Warong KUBE).
Untuk merealisasikannya, Kemensos menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk memperluas penerapan sistem tersebut hingga Semarang, Jawa Tengah.
Pada kesempatan tersebut, BNI dan Kemensos meresmikan e-Warong KUBE ke-14 sejak program ini pertama kali digulirkan sekitar 3 bulan lalu.
Dengan demikian, sebagian dari para penerima manfaat Bantuan Sosial atau Subsidi pemerintah di Semarang sudah dapat bertransaksi membeli Sembako di e-Warong KUBE PKH ) tanpa harus menggunakan uang tunai. Transaksi pembayarannya akan menggunakan uang elektronik yang disiapkan oleh BNI.
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, warong yang menjadi saluran distribusi banyuan akan menyalurkan berbagai bahan pangan pokok seperti semisal gula, minyak, dan beras. Ke depan, e-Warong juga kemungkinan akan menyediakan bahan pangan berupa bawang, daging sapi dan daging ayam potong.
"Karena mendapat dukungan pangan dari Bulog langsung ke warung, rantai distribusi akan terpangkas sehingga harganya bisa lebih murah. Program ini mengedepankan gotong royong," kata Khofifah dalam keterangan persnya, Sabtu (20/8/2016).
Khofifah menjelaskan konsep e-Warong didasarkan dari prinsip revolusi mental, yakni gotong royong, integrits, dan kerja keras. Kebetulan, pada prinsip tersebut sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dideklarasikan pada peringatan Hari Kemanusiaan Se-dunia yang jatuh pada 19 Agustus.
Dengan dibukanya e-Warong KUBE di Semarang, maka hingga saat ini, BNI telah membangun 14 e-Warong KUBE yang tersebar di Malang, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jakarta, Solo, Boyolali, dan Semarang. Melalui e-Warong KUBE tersebut BNI juga dapat mengembangkan basis nasabahnya, yaitu para penerima manfaat bantuan sosial atau subsidi.
Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto mengungkapkan, Peluncuran Layanan e-Warong KUBE di Semarang ini merupakan yang ke-9 kalinya yang dilakukan oleh BNI, dan akan terus berkembang di Indonesia. BNI menaruh komitmen tinggi terhadap beragam program bantuan sosial dari pemerintah, karena BNI lahir dan berkembang dari masyarakat ekonomi kecil.
Dengan sistem penyaluran Bantuan Sosial secara digital ini, penerima manfaat bantuan sosial akan mendapatkan banyak manfaat. Dengan KKS, penerima manfaat dapat melakukan transaksi di seluruh jaringan e-e-Warong KUBE, jaringan BNI dan jaringan Bank HIMBARA baik Mandiri, BTN, dan BRI, serta jaringan Agen-agen 46 yang saat ini sudah mencapai sekitar 12.000 agen.
Untuk membantu pengembangan pasar atas produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat Semarang, termasuk yang ada disekitar e-Warong KUBE, BNI menawarkan program pengembangan e-Commerce.
Dalam program tersebut, BNI akan mendukung UMKM di sekitar e-Warong KUBE dengan memberikan pelatihan, pendanaan Kredit Usaha Rakyat, hingga pemasaran. Dengan e-commerce ini, produk warga akan dapat dijajakan tidak hanya di Semarang atau Indonesia, bahkan hingga ke seluruh dunia.
Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebutkan, pihaknya menargetkan akan membuka 43 e-Warong KUBE di Semarang hingga akhir tahun ini. "Dengan dibukanya banyak e-Warong KUBE saya berharap masyarakat akan semakin sejahtera," ujarnya.
Sebelumnya, Peresmian e-Warong KUBE dan uji coba KKS telah dilakukan oleh BNI bersama Kementerian Sosial RI, di tujuh kota, yaitu Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, DKI Jakarta, Solo, dan Boyolali. Pada uji coba tersebut terdapat beberapa BUMN lain yang dilibatkan, antara lain BULOG, RNI, Petrokimia Gresik, dan Pertamina.
Kerja sama sinergis antar BUMN tersebut memungkinkan dilakukannya penyaluran bantuan sosial atau subsidi secara digital menggunakan KKS untuk transaksi pembelian beras, gula, minyak goreng dan tepung. [] Inilah.com

