TamiangNews.com, KUALASIMPANG - Puluhan siswa SMP Swasta Muhammadiyah, Kota Kualasimpang, terpaksa menjalani proses belajar di luar kelas tepatnya di lantai dua sekolah tersebut, dikarenakan sekolah mengalami kekurangan ruang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh MedanBisnis, Rabu (17/8), kendati menggunakan ruang kelas terbuka dengan beratap seng tanpa ada flapon, para pelajar terlihat tetap semangat dan antusias mengikuti proses belajar setiap hari.
Kepala SMPS Muhammadiyah Bambang Supriyanto di sela kesibukkannya mendampingi Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tamiang Mukhlis NT meninjau sekolah itu, kepada wartawan mengakui sekolah yang dipimpinnya masih membutuhkan tambahan ruang belajar, minimal tiga ruang baru.
"SMP Muhammadiyah ini sudah berjalan sejak tahun 1983, hingga sekarang masih tetap eksis dalam melakasanakan proses belajar-mengajar," ujar Bambang, seraya mengatakan SMP Muhammadiyah menjadi yang pertama menyelesaikan Dapodik 2016/2017 di Aceh Tamiang serta sudah dapat melanjutkan pelaksanaan kurikulum 2013.
Dengan jumlah pelajar saat ini 124 orang, pihaknya merasa sangat terkendala dengan ruang belajar yang masih kurang, sehingga harus menggunakan ruang terbuka di lantai dua.
Menurutnya, pihaknya sudah pernah mengajukan permohonan bantuan melalui Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, ketika itu mendapat jawaban bantuan pembangunan gedung baru telah disetujui dan telah dimasukkan dalam anggaran perubahan tahun 2016.
"Namun kabarnya dana untuk bantuan ruang belajar itu sudah hilang, kemungkinan besar tidak ada lagi karena kebutuhan Pemilukada," ungkap Bambang, sembari menyebutkan selain ruang kelas pihaknya juga membutuhkan bantuan bangunan MCK karena yang ada sekarang belum memadai.
Ketua MPD Aceh Tamiang Mukhlis NT mengatakan, terkait hal ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan.
"Kondisi ini menjadi catatan kita, dan akan segera ditindaklanjuti. Bila perlu hal itu disampaikan juga kepada Bupati Aceh Tamiang," pungkasnya. [] Medanbisnis
Berdasarkan informasi yang diperoleh MedanBisnis, Rabu (17/8), kendati menggunakan ruang kelas terbuka dengan beratap seng tanpa ada flapon, para pelajar terlihat tetap semangat dan antusias mengikuti proses belajar setiap hari.
Kepala SMPS Muhammadiyah Bambang Supriyanto di sela kesibukkannya mendampingi Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tamiang Mukhlis NT meninjau sekolah itu, kepada wartawan mengakui sekolah yang dipimpinnya masih membutuhkan tambahan ruang belajar, minimal tiga ruang baru.
"SMP Muhammadiyah ini sudah berjalan sejak tahun 1983, hingga sekarang masih tetap eksis dalam melakasanakan proses belajar-mengajar," ujar Bambang, seraya mengatakan SMP Muhammadiyah menjadi yang pertama menyelesaikan Dapodik 2016/2017 di Aceh Tamiang serta sudah dapat melanjutkan pelaksanaan kurikulum 2013.
Dengan jumlah pelajar saat ini 124 orang, pihaknya merasa sangat terkendala dengan ruang belajar yang masih kurang, sehingga harus menggunakan ruang terbuka di lantai dua.
Menurutnya, pihaknya sudah pernah mengajukan permohonan bantuan melalui Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, ketika itu mendapat jawaban bantuan pembangunan gedung baru telah disetujui dan telah dimasukkan dalam anggaran perubahan tahun 2016.
"Namun kabarnya dana untuk bantuan ruang belajar itu sudah hilang, kemungkinan besar tidak ada lagi karena kebutuhan Pemilukada," ungkap Bambang, sembari menyebutkan selain ruang kelas pihaknya juga membutuhkan bantuan bangunan MCK karena yang ada sekarang belum memadai.
Ketua MPD Aceh Tamiang Mukhlis NT mengatakan, terkait hal ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan.
"Kondisi ini menjadi catatan kita, dan akan segera ditindaklanjuti. Bila perlu hal itu disampaikan juga kepada Bupati Aceh Tamiang," pungkasnya. [] Medanbisnis

