TamiangNews.com, KARANG BARU - Dana Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Provinsi Aceh XVI yang telah diselenggarakan di Takengon, Aceh Selatan beberapa waktu lalu, dan dibebankan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Kantor Kementrian Agama (Kanmenag) Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan hasil kesepakatan bersama melalui musyawarah yang digelar Kemenag Aceh Tamiang pada 3 Maret 2016.
Demikian dikatakan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakankemenag) Aceh Tamiang Salamina yang didampingi para stafnya dan pimpinan madrasah kepada MedanBisnis, Senin (5/9) di ruang kerjanya.
"Porseni merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali, yang dananya tidak dianggarkan dalam APBK dan DIPA," ungkapnya.
Salamina mengaku, terkait pemberitaan sebelumnya tentang dana Porseni ini dibebankan kepada PNS memang benar dilakukan, karena tidak tersedianya anggaran sehingga daerah yang harus menanggungnya.
Dasarnya kebijakan yang dilakukan menanggapi Surat Kanwil Kemenag Aceh Nomor 215 Tahun 2015 tentang Penetapan Tempat Porseni XVI, dalam surat ini tidak disebutkan biaya ditanggung oleh Kanwil Kemenag Aceh.
"Sebab itulah kami melakukan musyawarah dengan pegawai dan unsur pimpinan madrasah, yang hasilnya disepakati dilakukan pemotongan dari masing-masing PNS yang besarannya disesauikan dengan eselon dan golongan.
Yang kemudian pengutipan uangnya melalui biaya uang makan dan tunjangan kinerja pegawai, dalam dua tahap pemotongan," tutur Salamina.
Disebutkannya, sumbangan tersebut pada Juni-Juli 2016 dan untuk golongan II totalnya dikenakan sebesar Rp 250. 000, golongan III Rp 400.000 dan golongan IV Rp 450.000.
"Kalau tidak ada musyawarah pemotongan untuk kegiatan Porseni ini, tidak berani kita lakukan," imbuh Salamina.
Menurutnya, dalam musyawarah juga pihaknya berusaha untuk meminta bantuan kepada Pemkab Aceh Tamiang dengan mengajukan proposal, dengan besaran biaya yang diminta Rp 487 juta. Namun kebutuhan anggaran untuk kontingen Kemenag Aceh Tamiang mengikuti Porseni di Takengon tidak berhasil.
Dana pemotongan pegawai dapat membawa sebanyak 316 orang peserta selama 10 hari. "Bahkan banyak juga pegaawai yang tidak mau dipotong tapi tidak dilakukan," ujar Salamina.
Dijelaskan juga, pada Senin (5/9) pihaknya telah melaksanakan musyawarah pertanggungjawaban realisasi dana Porseni tersebut, sekaligus pemilihan ketua Porseni baru yang akhirnya terpilih Abdul Aziz.
"Dana sumbangan PNS untuk Porseni yang terkumpul totalnya berkisar Rp 300 juta, dan tersisa di kas panitia sebesar Rp 50 juta," ungkapnya.
Salamina mengucapkan berterima kasih kepada PNS yang telah memberikan konstribusinya sehingga kontingen Porseni Kemenag Aceh Tamiang dapat mengikuti event bergengsi tingkat Provinsi Aceh tersebut.
Kontingen Aceh Tamiang berhasil meraih peringkat keenam dengan peraihan medali enam emas, tiga perak dan tiga perunggu. "Bagi peserta yang meraih juara juga kami berikan bonus," pungkasnya. [] Medanbisnis
Demikian dikatakan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakankemenag) Aceh Tamiang Salamina yang didampingi para stafnya dan pimpinan madrasah kepada MedanBisnis, Senin (5/9) di ruang kerjanya.
"Porseni merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali, yang dananya tidak dianggarkan dalam APBK dan DIPA," ungkapnya.
Salamina mengaku, terkait pemberitaan sebelumnya tentang dana Porseni ini dibebankan kepada PNS memang benar dilakukan, karena tidak tersedianya anggaran sehingga daerah yang harus menanggungnya.
Dasarnya kebijakan yang dilakukan menanggapi Surat Kanwil Kemenag Aceh Nomor 215 Tahun 2015 tentang Penetapan Tempat Porseni XVI, dalam surat ini tidak disebutkan biaya ditanggung oleh Kanwil Kemenag Aceh.
"Sebab itulah kami melakukan musyawarah dengan pegawai dan unsur pimpinan madrasah, yang hasilnya disepakati dilakukan pemotongan dari masing-masing PNS yang besarannya disesauikan dengan eselon dan golongan.
Yang kemudian pengutipan uangnya melalui biaya uang makan dan tunjangan kinerja pegawai, dalam dua tahap pemotongan," tutur Salamina.
Disebutkannya, sumbangan tersebut pada Juni-Juli 2016 dan untuk golongan II totalnya dikenakan sebesar Rp 250. 000, golongan III Rp 400.000 dan golongan IV Rp 450.000.
"Kalau tidak ada musyawarah pemotongan untuk kegiatan Porseni ini, tidak berani kita lakukan," imbuh Salamina.
Menurutnya, dalam musyawarah juga pihaknya berusaha untuk meminta bantuan kepada Pemkab Aceh Tamiang dengan mengajukan proposal, dengan besaran biaya yang diminta Rp 487 juta. Namun kebutuhan anggaran untuk kontingen Kemenag Aceh Tamiang mengikuti Porseni di Takengon tidak berhasil.
Dana pemotongan pegawai dapat membawa sebanyak 316 orang peserta selama 10 hari. "Bahkan banyak juga pegaawai yang tidak mau dipotong tapi tidak dilakukan," ujar Salamina.
Dijelaskan juga, pada Senin (5/9) pihaknya telah melaksanakan musyawarah pertanggungjawaban realisasi dana Porseni tersebut, sekaligus pemilihan ketua Porseni baru yang akhirnya terpilih Abdul Aziz.
"Dana sumbangan PNS untuk Porseni yang terkumpul totalnya berkisar Rp 300 juta, dan tersisa di kas panitia sebesar Rp 50 juta," ungkapnya.
Salamina mengucapkan berterima kasih kepada PNS yang telah memberikan konstribusinya sehingga kontingen Porseni Kemenag Aceh Tamiang dapat mengikuti event bergengsi tingkat Provinsi Aceh tersebut.
Kontingen Aceh Tamiang berhasil meraih peringkat keenam dengan peraihan medali enam emas, tiga perak dan tiga perunggu. "Bagi peserta yang meraih juara juga kami berikan bonus," pungkasnya. [] Medanbisnis

